Patah Hati

PATAH HATI

Kucari-cari…
di pelabuhan tempat perahu dulu kutambat
jejak-jejak menghilang
ombak menghapus tanda yang
KAU gores di pasir kala itu!
isyarat yang dulu kau tinggalkan
pada dinding tua lumuran
sirna begitu saja
tak ada yang tahu…
kecuali hanya desiran ombak
yang jadi saksi bisu!

———–

PATAH HATI 2

Tuhan… malam ini bulan,
tinggal separuh!
Seperti hati saya yang juga
tinggal separuh.

Dia telah membawanya pergi,
dan sampai sekarang masih
belum dia kembalikan juga!

Tapi Tuhan,
bulan yang di atas itu
yang separuhnya lagi,
siapa yang telah membawanya pergi?

—–

PATAH HATI 3

Kutahu…
di atas meja yang berdebu
tak ada kuntum mawar!

Selain surat-suratku
yang kau simpan
di rak ketidakpedulian
dan kian hari
kian menguning karena waktu!

Hari-hari lalu seolah nampak
tiada arti bagimu.

hingga akhirnya
sejarah yang kau tinggalkan
tiada lebih tiada kurang
hanyalah
belati di hati..!

——–

KETIKA KAU MEMBUKA CATATAN HARIANKU

Kubiarkan kau gemetar
termangu di hening senjamu
mengeja samarnya goresan makna

Kau sempat terkesima
saat kau lacak jejakku
lalu kau ukir prasangka di sana

Tanyaku tak henti menyumbati denyut nadimu
saat kau terpukau, menapaki altar hidupku
pada lembaran kisah berbingkai

Ah, sudahlah… tak perlu dusta!
kita punya cerita sama
tentang cinta, luka, angan, dan pengorbanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: