Membuat Laporan

BAB I

PENDAHULUAN

 

Menyusun sebuah proposal penelitian harus memenuhi cara-cara tertentu dan tidak membuat dengan seenaknya saja.Karena sebelum membuat sekripsi harus ada proposal penelitian terlebih dahulu agar hasilnya menjadi ilmiah dan tidak dibuat-buat sendiri.Proposal atau usulan penelitian dapat diibaratkan seperti cetak birunya seorang arsitek suatu bangunan.Pada cetak biru itulah akan tertuang suatu rancangan suatu bangunan yang akan didirikan. Artinya, suatu penelitian akan dilakukan terlebih dahulu dituangkan dalam suatu rancangan, dan rancangan tersebut dituangkan dalam usulan atau proposal.

Dengan kata lain proposal hampirsamadengandesain, yang dalampenelitian tersebut adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan. Dalam pengertian sempit, desain penelitianhanya mengenai pengumpulan data dan analisis data saja.Dalam  pengertian yang lebih luas, desain penelitian mencakup proses-proses yang telah ditentukan.

Proses perencanaan penelitian biasanya di mulai dari identifikasi, pemilihan serta rumusan masalah sampai dengan perumusan hipotesa serta kaitannya dengan teori dan kepustakaan yang ada. Perlu diadakan pembedaan antara penyusunan proposal penelitian tafsir dan proposal penyusunan tafsir itu sendiri.Jika yang pertama berupaya menyusun proposal untuk meneliti karya-karya tafsir, yang kedua berupaya menyusun untuk membuat tafsir itu sendiri.Maka didalam pembahasanakan dibahas bagaimana cara membuat proposal penelitian.

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. 1.      Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah berfungsi sebagai pengantar munculnya masalah penelitian, yang diedukasi dari suatu pemikiran atau berdasarkan hasil studi penjajagan (studi eksplorasi).[1]

Latar belakang berkaitan erat dengan sumber dari mana masalah penelitian itu dimunculkan, dari deduksi suatu teori, menelaah hasil penelitian, kebijaksanaan pemerintah dan dari pengamatan dalam lingkungan atau kombinasi.

Sebagai pedoman, uraian untuk menjawab salah satu pertanyaan berikut akan membantu menggambarkan latar belakang masalah yang diajukan :

  1. Apakah ada sesuatu yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu?(harapan-realitas berupa kekosongan)
  2. Apakah diperlukan sesuatu penanggulangan terhadap suatu ancaman?(harapan-realita berupa ancaman)
  3. Apakah diperlukan suatu penjelasan lebih lanjut terhadap sesuatu yang masih belum jelas, sementara hal itu sangat penting bagi masyarakat? (realita yang kurang menguntungkan kehidupan sosial-harapan yang terkait dengan pemecahan masalah)
  4. Apakah diperlukan pengujian terhadap sesuatu yang diragukan kebenarannya atau diperselisihkan oleh masyarakat? (realitas ketidak jelasan/keraguan atau perselisihan para ahli ilmu-harapan).
  5. 2.      Identifikasi dan pemilihan masalah

Hal-hal yang dapat menjadi sumber masalah adalah:

  1. Bacaan, terutama bacaan yang berisi laporan penelitian.
  2. Seminar, diskusi, dan pertemuan-pertemuan ilmiah lain.
  3. Pernyataan pemegang otoritas.
  4. Pengamatan sepintas.
  5. Pengamatanpribadi.
  6. Perasaanintuitif.

Setelah masalah-masalah yang muncul diidentifikasi, maka dipilih mana yang lebih layak dan sesuai untuk diteliti.Untuk memilih kelayakan dan kesesuaian masalah untuk diteliti harus dipertimbangkan dari dua arah, yaitu masalahnya dan peneliti atau objek dan subjek penelitian.[2]

  1. 3.      Perumusan masalah

Masalah timbul karena adanya tantangan, kesangsian atau kebingungan terhadap suatu hal atau fenomena, adanya halangan atau rintangan, celah baik antar kegiatan maupun antar fenomena.Perumusan masalah merupakan hulu dari penelitian dan merupakan langkah yang sulit. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan pedoman dalam menganalisa masalah pokok berdasarkan salah satu metode analisa:

  1. Analisastruktual: dalam halini masalah dianalisa berdasarkan unsur- unsure struktur masalah
  2. Analisa system
  3. Analisa proses
  4. Analisakesejarahan,
  5. Analisafilosofis
  6. Analisa literal.
  7. 4.      Kerangkateoritis

Kerangka teori itu merupakan uraian ringkas tentang teori yang  . Kerangka teori atau konsep yang kerap kali disebut penelaahan pustaka atau studi kepustakaan.Teori merupakan  serangkaian  asumsi ,konsep,definisi, bentukan dan proposisi untuk menerankan suatu fenomena secara sistematis dengan cara merumuskan hubungan antar konsep. [3]

 

 

 

  1. 5.      Hipotesis

Hipotesa adalah suatu teori yang masih belum sempurna.Suatu hipotesa selalu dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang menghubungkan antar dua variabel atau lebih.Cirihipotesa yang baik adalah:

  1. Kesederhanaan dalam perumusan
  2. Penggunaan variable-variabel yang tegas
  3. Kebenaran dapat diuji
  4. Bisa diterima akal sehat
  5. Mempunyai daya penjelas atau eksplanasi yang rasional
    1. Konsisten dengan pengetahuan yang sudah ada konsisten dengan teori dan fakta yang sudah diketahui
    2. Prediktif, yakni mempunyai daya ramal tentang apa yang akan terjadi atau apa yang akan ditemukan.
    3. 6.      Definisi operasional dan ruang lingkup penelitian

Definisi operasional adalah unsure penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya mengukur suatu variable.Definisi operasional merupakan definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati.Sedangkan ruang lingkup penelitian adalah batasan-batasan yang ditetapkan peneliti terhadap objek penelitiannya.

Dalam halini, pembatasan objek penelitian dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan berikut:

  1. Tempat penelitian
  2. Jangka waktu yang diteliti
  3. Sifat-sifat (umum, khusus, sebab-akibat)
  4. Aspek-aspek sosial
  5. 7.      Tujuanpenelitian

Ada beberapa tujuan dalam penelitian di antaranya:

  1. Untuk menemukan sesuatu,
  2. Untuk mengembangkan suatu teori,
  3. Untuk menguji teori.

 

  1. 8.      Kegunaan penelitian

Kegunaan penelitian adalah pengembangan ilmu pengetahuan dan pengembangan masyarakat, Negara dan agama.[4]

 

Langkah-langkah Penelitian

a)      Metode pendekatan

Pendekatan ini dapat dibedakan dari beberapa jurusan yaitu:

1)   Pendekatan objektif dan subjektif

2)   Pendekatan langsung dan tidak langsung

3)   Pendekatan komprehensif, sektoral dan lintas sektoral

4)   Pendekatan disipliner, interdisipliner dan multi interdisipliner.

Adapun pendekatan yang dapat dipakai adalah:

1)      Pendekatan syar’i

2)      Pendekatan sosiologis

3)      Pendekatan yuridis

4)      Pendekatan historis

5)      Pendekatan sosio-historis

6)      Pendekatan filosofis

7)      Pendekatan eksegesis (tafsir)

b)     Metode Pelaksanaan Penelitian

Dalam metode deskriptif telah dikembangkan beberapa cara penelitian yaitu:

1)   Studihistoris

2)   Studi kasus

3)   Studi perbandingan

4)   Studi korelasi

c)      Metode Pengumpulan Data

Ada beberapa teknik yang dapat ditempuh untuk mengumpulkan data:

1)      Teknik observasi langsung

2)      Observasi tidak langsung

3)      Teknik komunikasi langsung

4)      Teknik komunikasi tidak langsung

5)      Teknik pengukuran

6)      Teknik documenter/bibliografi

d)     Metode Pengolahan dan Analisis Data

Dalam halini metode yang dipergunakan dalam memperoleh data adalah statistic dan metode kualitatif.Metode kualitatif mencakup logika-logika induktif dan deduktif, serta komparatif.Sedangkan statistic mencakup penggunaan tabulasi dan statistic deskriptif seperti proposisi, ranking, nilai rata-rata, median dan teshipotesa.Pada dasarnya, analisis data merupakan penguraian data melalui tahapan: kategorisasi dan klasifikasi, perbandingan, dan pencarian hubungan antar data yang spesifik tentang hubungan antar pengubah.

 BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Dapat disimpulkan bahwa membuat proposal penelitian itu harus ada cara-caranya yang tertentu dan tidak asal membuat proposal penelitian. Proposal adalah suatu usulan yang akan dituangkan dalam suatu rancangan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Anwar, Rosihon, IlmuTafsir, cet. 4, Bandung: CV. PustakaSetia, 2008.

Suryadilaga, M. Alfatih, dkk,MetodologiIlmuTafsir, cet. 1, Yogyakarta: TERAS, 2005.

 


[1]Rosihon Anwar,IlmuTafsir, Cet ke-4, (Bandung:CV. PustakaSetia, 2008),hal.  176

[2] M. AlfatihSuryadilaga, , MetodologiIlmuTafsir, Cet ke-1, (Yogyakarta: TERAS, 2005), hal.163-164

[3]Kerlinger, F.N Foundation of Behavorial Research, (New York: Macmillan,1971),hal. 9.(Dalambukunya M. AlfatihSuryadilaga, MetodologiIlmuTafsir, Cet. Ke-1,(Yogyakarta:TERAS, 2005), hal.166).

[4]M. AlfatihSuryadilaga, Ibid, hal. 169

About iroelizzta

santai tapi pasti

Posted on 29 Mei 2012, in artikelku. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: