Al-qur’an dan Namanya

BAB I

PENDAHULUAN

Al-Qur’anmerupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW yang diberikan oleh Allah kepadanya sebagai tanda kenabian serta untuk mengalahkan musuh-musuh beliau. Pada saat pra islam, manusia yang disebut sebut sebagai jahiliyah bukanlah orang orang yang bodoh tidak memiliki kemampuan apapun, bahkan mereka sangat pandai dalam hal setrategi peperangan perdagangan terutama dalam hal sastra. Hingga setiap setahun sekali di kalangan jahiliyah tersebut diadakan beberapa lomba yang bertempat di sebuah pasar yang disebut pasar ukaz. Diantaranya adalah lomba gulat dan lomba sastra. Merupakan kehormatan yang bernilai tinggi apabila seseorang bisa membuat karya yang bersastra tinggi, karena bagi pemenang lomba sastra tersebut, karyanya akan digantungkan di dinding ka’bah.

Kejahiliahan masa tersebut adalah kesalah kaprahan dalam hal kepercayaan. Mereka memegang teguh keyakinan nenek moyang yang menyimpang. Mereka juga sangat menjunjung tinggi nama baik kelompoknya dan akan bangga apabila memiliki anak laki laki yang gagah dan kuat. Mereka akan membunuh anak perempuan yang baru lahir karena merasa malu dengan beranggapan bahwa wanita adalah mahluk yang lemah dan tidak bisa melindungi dan membela sukunya karena tidak bisa berperang.

Melihat keadaan yang semakin memburuk dan berkeyakinan pada tuhan yang sebenarnya tidak bisa mendatangkan kemnafaatan apabila mereka sembah dan tidak akan bisa mendatangkan kemadlorotan apabila tidak menyembahnya. Nabi Muhammad bertahannus di sebuah gua yang disebut dengan gua hira, dengan harapan mendapatkan petunjuk dari Tuhan pencipta langit, bumi dan seisinya. Berhari hari beliau berada di gua tersebut. Hingga suatu ketika datanglah malaikat Jibril mehampirinya dan menyampaikan wahyu dari Allah SWT. Sejak itulah beliau diangkat menjadi Nabi dan agama yang haq diturunkan, tak lain adalah awal pertama Al-Qur’an diturunkan.

Dari pemaparan singkat diatas, marilah kita memahami tentang Al-Qur’an serta penurunanya baik dari devinisi-devinisi , nama nama lain dari Al-Qur’an, awal penurunan serta bagaimana penurunannya.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Al-Qur’an
    1. Pengertian Al-Qur’ansecara etimologi.

Merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a (قرأ) yang bermakna Talaa (تلا) [keduanya berarti: membaca], atau bermakna Jama’a (mengumpulkan, mengoleksi). Anda dapat menuturkan,قرأ يقرأ قرآنا sama seperti Berdasarkan makna pertama (Yakni: Talaa) maka ia adalah mashdar (kata benda) yang semakna dengan Ism Maf’uul, artinya Matluw (yang dibaca). Sedangkan berdasarkan makna kedua (Yakni: Jama’a) maka ia adalah mashdar dari Ism Faa’il, artinya Jaami’ (Pengumpul, Pengoleksi) karena ia mengumpulkan/mengoleksi berita-berita dan hukum-hukum[1].

  1. Pengertian Al-Qur’ansecara etimologi

Ada beberapa pengertian tentang alqur’an, di dalam kitab At Tasrihul Yasir Fi Al Ilmi Al Tafsir memberikan devinisi bahwa alqur’an adalah kalam allah yang diturunkan pada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat dari surat suratnya. Dari sini pengertian ini mengecualikan kitab kitab yang turun kepada selain nabi Muhammad dan mengecualikan hadist-hadist Robbani (hadist qudsi) seperti hadist:

انا عند ظن عبدى بى

“saya (Allah) berada pada perasangka hambaku terhadapku”

Meskipun ini adalah kalam Allah yang diturunkan kepada nabi tetapi ini bukan termasuk Ai-Qur’an. Sebagian ulama Kholaf menambahkan sedikit pengertian yaitu bernilai ibadah saat membacanya[2].

            Namun juga ada yang memberikan devinisi yang lebih rinci yaitu:

Al-Qur’anadalah kalam allah yang diturunkan kepada nabi secara berangsur angsur dengan dimulai dari surat al fatihan dan di akhiri dengan surat An nas dan bernilai ibadah ketika membacanya.

Dari pengertian ini mungkin lebih berlebihan karena menyebutkan bahwa Al-Qur’an dimulai dari surat al fatihah dan diakhiri dengan surat an Nas. Dari sini seakan bukan member devinisi pada Al-Qur’an melainkan memberikan devinisi pada mushaf Al-Qur’an seperti yang dikemukakan oleh ahli fiqh.

            Di dalam Al-Qur’an terdapat beberapa surat dan ayat, surat adalah bagian yang memiliki nama tertentu dan memiliki awalan ayat dan akhir ayat. Sedangkan paling sedikitnya ayat dalam satu surat adalah tiga ayat. Ayat adalah bagian yang berupa kalimat-kalimat Al-Qur’an yang dipisah-pisahkankan pada akhir ayat.

  1. Nama nama Al-Qur’an

Al Qur’an, kitab suci agama Islam memiliki banyak nama. Nama-nama ini berasal dari ayat-ayat tertentu dalam Al Qur’an itu sendiri yang memakai istilah tertentu untuk merujuk kepada Al Qur’an itu sendiri.

Nama-nama tersebut adalah:

  1. Al-Kitab (buku)

Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)

  1. 2.      Al-Furqan (pembeda benar salah)

Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)

  1. 3.      Adz-Dzikr (pemberi peringatan)

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)

  1. 4.      Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat)

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

  1. 5.      Asy-Syifa’ (obat/penyembuh)

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

  1. 6.      Al-Hukm (peraturan/hukum)

Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Qur’an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. (QS. Ar Ra’d [13]:37)

  1. 7.      Al-Hikmah (kebijaksanaan)

Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah). (QS. Al Israa’ [17]:39)

  1. Al-Huda (petunjuk)

Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al-Qur’an), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan. (QS. Al Jin [72]:13)

  1. 9.      At-Tanzil (yang diturunkan)

Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, QS. Asy Syu’araa’ [26]:192)

  1. 10.  Ar-Rahmat (karunia)

Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. An Naml [27]:77)

  1. 11.  Ar-Ruh (ruh)

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. Asy Syuura [42]:52)

  1. 12.  Al-Bayan (penerang)

(Al-Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali Imran [3]:138)

  1. 13.  Al-Kalam (ucapan/firman)

Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (QS. At Taubah [9]:6)

  1. 14.  Al-Busyra (kabar gembira)

Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. An Nahl [16]:102)

  1. 15.  An-Nur (cahaya)

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang. (Al-Qur’an). (QS. An Nisaa’ [4]:174)

  1. 16.  Al-Basha’ir (pedoman)

Al-Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. (QS. Al Jaatsiyah [45]:20)

  1. 17.  Al-Balagh (penyampaian/kabar)

(Al-Qur’an) ini adalah kabar yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. (QS. Ibrahim [14]:52)

  1. 18.  Al-Qaul (perkataan/ucapan)

Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al-Qur’an) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran. (QS. Al Qashash [28]:51)

  1. Turunnya Ai-Qur’an
    1. Al-Qur’anditurunkan secara berangsur amgsur.

Sesuai dengan devinisi yang telah disebutkan bahwa Alqur’an adalah kalam Allah yang diturunkan secara berangsur-angsur sesuai dengan situasi dan kondisi selama 23 tahun. Dalam artian sebagian ayat turun ketika ada pertanyaan dari sahabat kemudian Al-Qur’an diturunkan untuk menjawabnya. Selain itu ayat Al-Qur’an turun ketika ada suatu permasalahan yang terjadi sehingga Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk dan lain sebagainya. Ketika Al-Qur’an itu diturunkan dengan sebab tertentu, maka disebutlah dengan Asbabun nuzul. Dari sini banyak sekali hikmah yang terkandung diantaranya adalah untuk mempermudah sahabat dalam menghafalkan dan mengamalkannya.

  1. Surat pertama kali yang turun

para ahli sejarah banyak berbeda pendapat tentang kapan waktu pertama kali diturunkannya Al-Qur’an, pada bulan apa dan tanggal berapa, paling tidak ada tiga pendapat :

Pertama: Pendapat yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur’an itu ada pada bulan Rabiul Awwal,

Kedua: Pendapat yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur’an itu pada bulan Rajab,

Ketiga: Pendapat yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur’an itu pada bulan Ramadhan.

Yang berpendapat pada bulan Rabiul Awwal pecah menjadi tiga, ada yang mengatakan awal Rabiul Awwal, ada yang mengatakan tanggal 8 Rabiul Awwal dan ada pula yang mengatakan tanggal 18 Rabiul Awwal (yang terakhir ini diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiallaahu Anhu).

Kemudian yang berpendapat pada bulan Rajab terpecah menjadi dua. Ada yang mengatakan tanggal 17 dan ada yang mengatakan tanggal 27 Rajab (hal ini diriwayatkan dari Abu Hurairah RA.[3]  Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani di dalam Fathul Bari berkata bahwa: Imam Al-Baihaqi telah mengisahkan bahwa masa wahyu mimpi adalah 6 (enam) bulan. Maka berdasarkan kisah ini permulaan kenabian dimulai dengan mimpi shalihah (yang benar) yang terjadi pada bulan kelahirannya yaitu bulan Rabiul Awwal ketika usia beliau genap 40 tahun. Kemudian permulaan wahyu yaqzhah (dalam keadaan terjaga) dimulai pada bulan Ramadhan.

Sesungguhnya kita menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur’an ada pada bulan Ramadhan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, artinya, “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an” (Al-Baqarah: 185). Dan Allah berfirman, artinya, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan” (Al-Qadr :1). Seperti yang telah kita maklumi bahwa Lailatul Qadr itu ada pada bulan Ramadhan yaitu malam yang dimaksudkan dalam firman Allah yang artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan” (Ad-Dukhaan: 3). Dan karena menyepinya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam di gua Hira’ adalah pada bulan Ramadhan, dan kejadian turunnya Jibril as adalah di dalam gua Hira’. Jadi Nuzulul Qur’an ada pada bulan Ramadhan, pada hari Senin, sebab semua ahli sejarah atau sebagian besar mereka sepakat bahwa diutusnya beliau menjadi Nabi adalah pada hari Senin. Hal ini sangat kuat karena Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ketika ditanya tentang puasa Senin beliau menjawab: “Di dalamya aku dilahirkan dan di dalamnya diturunkan (wahyu) atasku” (HR. Muslim). Dalam sebuah lafadz dikatakan “Itu adalah hari dimana aku dilahirkan dan hari dimana aku diutus atau diturunkan (wahyu) atasku”(HR. Muslim, Ahmad, Baihaqi dan Al-Hakim). Akan tetapi pendapat ketiga inipun pecah menjadi lima, ada yang mengatakan tanggal 7 (hari Senin), ada yang mengatakan tanggal 14 (hari Senin), ada yang mengatakan tanggal 17 (hari Kamis), ada yang mengatakan tanggal 21 (hari Senin) dan ada yang mengatakan tanggal 24 (hari Kamis). Pendapat “17 Ramadhan” diriwayatkan dari sahabat Al-Bara’ bin Azib dan dipilih oleh Ibnu Ishaq, kemudian oleh Ustadz Muhammad Huzhari Bik. Pendapat “21 Ramadhan” dipilih oleh Syekh Al-Mubarakfuriy, karena Lailatul Qadr ada pada malam ganjil, sedangkan hari Senin pada tahun itu adalah tanggal 7, 14, 21 dan 28. Sedangkan pendapat “24 Ramadhan” diriwayatkan dari Aisyah, Jabir dan Watsilah bin Asqo’ , dan dipilih oleh Ibnu Hajar Al-Haitamiy, ia mengatakan: “Ini sangat kuat dari segi riwayat”.

Namun ada pendapat yang mengemukakan bahwa lailatul qodar itu adalah malam turunnya alqur’an secara keseluruhan dengan memandangi bahwa Al-Quran turun dua periode dan keduanya sama-sama terkait dengan bulan Ramadhan.

Periode pertama, Al-Quran turun dari sisi Allah ke langit dunia. Ini yang kemudian dikenal dengan Lailatul Qadar. Turun secara keseluruhan dalam satu waktu. Kejadiannya bukan di masa Nabi melainkan di masa lalu, yang menurut sebagian riwayat pada sebelum terjadi penciptaan manusia.

Periode kedua, Al-Quran turun dari langit dunia ke muka bumi (kepada Rasulullah saw), secara berangsur-angsur selama 23 tahun, dimulai dengan 5 ayat pertama surat Al-’Alaq. Kejadiannya pada tahun 632 Masehi bertepatan dengan malam 17 Ramadhan, menurut kebanyakan analisa sejarah dan pendapat para ulama. Oleh karenanya bukanlah hal yang sangat penting tetapi juga bukan hal yang sepele, karena Al-Qur’anditurunkan bukan untuk diperingai tetapi untuk memperingatkan kepada kita yang selama ini masih lupa.

BAB III

Penutup

Alhamdulillahirobbil alamin, wallahu a’lamu bi sowab


[1] al-Qur’an adalah ukuran untuk menentukan benar tidaknya ayat-ayat yang diturunkan dalam kitab-kitab yang sebelumnya. (al-Qur’an dan terjemahannya, DEPAG RI)

[2] kitab At Tasrihul Yasir Fi Al Ilmi Al Tafsir hal 6 – 7

[3] lihat Mukhtashar Siratir Rasul, Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Abdul Wahhab An-Najdy, hal. 75

About iroelizzta

santai tapi pasti

Posted on 30 April 2012, in artikelku, sejarah peradaban islam. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: