Isim Nakirah dalam Al-Qur’an

Kaidah Penggunaan Isim Nakirah dalam Al-Qur’an


Salah satu pembahasan yang cukup penting dalam kajian ‘Ulumul Qur’an atau Ushulut Tafsir adalah kajian kebahasaan, yaitu bahasa Arab. Al-Qur’an al-Karim diturunkan dalam bahasa Arab, seperti firman Allah ta’ala dalam surah Yusuf ayat 2:

إنا أنزلنه قرءنا عربيا لعلكم تعقلون

Maka, untuk memahami al-Qur’an haruslah memahami juga kaidah-kaidah bahasa Arab (قواعد العربية), termasuk pemahaman asas-asasnya (فهم أسسها), penghayatan uslub-uslub­-nya (تذوق أسلوبها), dan penguasaan rahasia-rahasianya (إدراك أسرارها).

Artikel kali ini akan mencoba memaparkan penggunaan isim nakirah (التنكير) dalam al-Qur’an, sebagai bagian dari kaidah bahasa Arab yang harus dikuasai oleh seorang yang ingin mendalami Ushulut Tafsir. Artikel ini sepenuhnya merujuk ke kitab Mabaahits fii ‘Uluumil Qur’an karya asy-Syaikh Mannaa’ al-Qaththaan. Silakan disimak.

Penggunaan isim nakirah mempunyai beberapa fungsi, di antaranya:

1. Untuk menunjukkan satu (إرادة الوحدة), seperti firman Allah ta’ala dalam surah al-Qashshash ayat 20:

وجاء رَجُلٌ من أقصا المدينة يسعى

Keterangan: Kata رَجُلٌ maksudnya adalah seorang laki-laki.

2. Untuk menunjukkan jenis (إرادة النوع), seperti firman Allah ta’ala dalam surah al-Baqarah ayat 96:

ولتجدنهم أحرص الناس على حَيَوٰةٍ

Keterangan: Kata حَيَوٰةٍ maksudnya adalah suatu jenis kehidupan, yaitu ingin mendapatkan tambahan kehidupan di masa depan (طلب الزيادة في المستقبل), karena ketamakan (الحرص) itu bukan terhadap masa lalu atau masa sekarang.

3. Untuk menunjukkan ‘satu’ dan ‘jenis’ sekaligus (إرادة الوحدة والنوع معا), seperti firman Allah ta’ala dalam surah an-Nuur ayat 45:

والله خلق كل دَابَّةٍ من مَاءٍ

Keterangan: Maksudnya suatu jenis hewan dari segala jenis hewan itu berasal dari suatu jenis air, dan setiap satu ekor hewan itu berasal dari satu nuthfah (كل نوع من أنواع الدواب من أنواع الماء، وكل فرد من أفراد الدواب من فرد من أفراد النطف).

4. Untuk membesarkan atau mengagungkan keadaan (التعظيم), seperti firman Allah ta’ala dalam surah al-Baqarah ayat 279:

فأذنوا بحَرْبٍ من الله

Keterangan: Maksud حَرْبٍ di ayat tersebut adalah peperangan yang besar atau dahsyat (حرب عظيمة).

5. Untuk menunjukkan arti banyak (التكثير), seperti firman Allah ta’ala dalam surah asy-Syu’araa ayat 41:

أئن لنا لأَجْرًا

Keterangan: Maksud أَجْرًا pada ayat di atas adalah pahala yang banyak (أجرا وافرا).

6. Untuk membesarkan (mengagungkan) dan menunjukkan banyak (التعظيم والتكثير معا), seperti firman Allah ta’ala dalam surah Faathir ayat 4:

وإن يكذبوك فقد كذبت رُسُلٌ من قبلك

Keterangan: Maksud رُسُلٌ pada ayat di atas adalah rasul-rasul yang mulia dan banyak jumlahnya (رسل عظام ذوو عدد كثير).

7. Untuk meremehkan atau menganggap hina (التحقير), seperti firman Allah ta’ala dalam surah ‘Abasa ayat 18:

من أي شَيْءٍ خلقه

Keterangan: Kata شَيْءٍ menunjuk pada sesuatu yang hina, rendah dan teramat remeh (من شيء هين حقير مهي).

8. Untuk menyatakan sedikit (التقليل), seperti firman Allah ta’ala dalam surah at-Taubah ayat 72:

وعد الله المؤمنين والمؤمنت جنت تجري من تحتها الأنهر خلدين فيها ومسكن طيبة في جنت عدن ورِضْوَٰنٌ من الله أكبر

Keterangan: Kata رِضْوَٰنٌ artinya keridhaan yang sedikit (رضوان قليل), namun keridhaan yang sedikit dari Allah tersebut lebih besar daripada surga, karena keridhaan itu pangkal segala kebahagiaan (أي رضوان قليل منه أكبر من الجنات لأنه رأس كل سعادة).

*****

About iroelizzta

santai tapi pasti

Posted on 17 Maret 2012, in Ushul Fiqh. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: