Mafia Hukum

Awas..!!!

Mafia Hukum

 

Pernah seseorang bertanya apakah poin kedua dari pancasila sudah terlaksana dengan baik,  kalau banyak yang mengatakan baik, memang sebaik apa? Atau bahkan mungkin sebaliknya pasal tersebut hanya menjadi hafalan anak-anak sekolah ? karena poin tersebut berisi tentang keadilan yang berlaku bagi seluruh rakyat Indonesia tak terkecuali, bukan berlaku bagi sebagian rakyat Indonesia, akan tetapi akhir-akhir ini kelihatannya ada yang ingin mengubah makna poin tersebut  dan anehnya yang merubah adalah mereka yang menjadi wakil rakyat, wakil yang seharusnya menjadi wadah aspirasi bagi rakyat.

Masih ingatkah dengan kisah All anak SMK yang di vonis 5 tahun hanya gara-gara mencuri sandal, atau nenek yang di seret ke pengadilan hanya gara-gara mencuri beberapa batang kakau dan masih banyak lagi  kejadian aneh lainnya. Jika kita melihat dengan hukuman yang diberikan kepada mereka tentunya tidak pantas dengan apa yang mereka perbuat. Dan masih ingatkah dengan orang-orang  berdasi yang selalu mudah melepaskan diri dari jalur hukum dan lihai menyulap perkara yang tak teratur menjadi teratur, menghindar  dan mengaku sakit ketika menjadi tersangka kasus koruptor dan yang menjadi aneh bin ajaib yaitu seseorang yang masih menyandang kasus tahanan bisa seenaknya keluar masuk tahanan sampai-sampai dijadikan lagu oleh seorang musikal entah itu sebagai bentuk apresiasinya terhadap kelihaian tersangaka membujuk atau menipu aparat. Memang manusia tidak perlu dihukum kerana lupa, tetapi manusia perlu dihukum kerana sengaja lupa.

Apakah ada perbedaan dalam peradilan negeri ini antara kaum berpeci dengan kaum berdasi yang selalu menang dalam masalah hukum. Yang jelas dibalik peristiwa tersebut ada mafia hukum yang bisa saja merubah dan menentukan keputusan hukum-hukum yang sudah tertera dalam Undang-undang dalam republik kita. karena jika kita melihat kejadian-kejadian tersebut sungguh tidak realistis, sebab ketika kita berbicara tentang hukum di negeri ini jarang ditemukan keadilan, seakan-akan si kantong tebalah yang bisa menguasai dan mengatur jalan suatu hukum, jika dibiarkan terus menerus bisa saja hukum rimbalah yang berlaku di negeri ini.

Dan wajar saja jika masyarakat tidak betah dengan tingkahlaku para kaum berdasi yang selalu membuat onar dimata publik, sehingga banyak terjadi demo besar-besaran diberbagai daerah yang berujung bentrok dengan aparat keamanan, hal negatif lainnya juga bisa kita lihat dimedia massa setiap hari pasti ada kelakuan kaum berdasi yang kurang terpuji yang bisa menimbulkan efek psikolog yang tidak baik bagi negeri ini.  yang pasti bahwa perbuatan kaum berdasi sungguh memalukan negeri ini, disamping tidak mengindahkan peraturan Undang-undang juga bisa merusak citra negeri ini sehingga negeri ini masuk 10 besar negara terkorup di Dunia.

Bukankah tujuan hukum dibentuk untuk mewujudkan keadilan, bukan untuk mewujudkan kedzaliman. Akan tetapi bagaimana jika hukum bisa seenaknya dikendalikan dengan uang ? yang pasti si kantong tebalah pemenangnya, dinukil dari Teori etis pertama kali dikemukakan oleh filsuf Yunani, Aristoteles, dalam karyanya ethica dan Rhetorika, yang menyatakan bahwa hukum memiliki tujuan suci memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya. Menurut teori ini hukum semata-mata bertujuan demi keadilan. Isi hukum ditentukan oleh keyakinan etis kita mana yang adil dan mana yang tidak. Artinya hukum menurut teori ini bertujuan mewujudkan keadilan.

Setiap daerah pasti mempunyai hukum yang berbeda-beda entah itu yang hukum yang individu atau universal begitu juga hukum yang berlaku di Negeri ini. Hukum juga bisa digunakan untuk pengendali sosial yang bisa mewujudkan ketertiban dan kenyamanan bagi kelangsungan hidup manusia, karena fitrah manusia lebih menyukai keadilan daripada kedzaliman. karena dengan keadilan bisa membuat manusia bisa bernafas lega karena keadilan juga, kedzaliman bisa sirna.

Dalam islam hukum diberlakukan sangat tegas, semisal ketika ada seorang mencuri sampai nisab yang tentukan, maka wajib dipotong tangannya. Islam semata-mata menerapkan hukum dengan tegas karena dalam islam keadilan sangat dianjurkan untuk mewujudkan manusia yang berakhlaqul karimah dan untuk mewujudkan keadilan, dalam islam juga berhati-hati dalam memilih seorang hakim, maka dari itu hakim di kategorikan menjadi 3 golongan. hal ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW yaitu :

الْقُضَاةُ ثَلاَثَةٌ وَاحِدٌ فِى الْجَنَّةِ وَاثْنَانِ فِى النَّارِ فَأَمَّا الَّذِى فِى الْجَنَّةِ فَرَجُلٌ عَرَفَ الْحَقَّ فَقَضَى بِهِ وَرَجُلٌ عَرَفَ الْحَقَّ فَجَارَ فِى الْحُكْمِ فَهُوَ فِى النَّارِ وَرَجُلٌ قَضَى لِلنَّاسِ عَلَى جَهْلٍ فَهُوَ فِى النَّارِ

Hakim-hakim itu ada tiga, satu di surga dan dua di neraka. Adapun hakim yang ada di surga adalah hakim yang mengetahui kebenaran dan ia pun memutuskannya berdasarkan kebenaran. Sementara hakim yang mengetahui kebenaran tapi ia menyimpang dalam menetapkan hukum, maka ia di neraka. Demikian juga hakim yang memutuskan satu keputusan bagi orang-orang tapi didasari ketidaktahuan, maka ia juga masuk neraka. (Sunan Abi Dawud kitab al-aqdliyah bab fil-qadli yukhthi`u no. 3575)

Dalam bulan maulud ini khususnya bagi kaum muslimin dan rakyat negeri ini, marilah kita kembalikan hukum negeri ini agar bisa berfungsi sebagaimana mestinya, bukan untuk dijadikan lahan untuk berbisnis karena berbisnis ada jalannya sendiri yang lebih baik, dan untuk generasi muda janganlah terpengaruh perbuatan tercela kaum berdasi, karena negeri ini suatu saat akan berubah hanya dengan generasi muda mau berjuang, berjuang dan terus berjuang..!!! bapak proklamator kita pernah berkata, “Berilah aku seribu orang tua, maka akan kucabut semeru, dan berilah aku sepuluh pemuda maka akan kuguncang dunia”.

About iroelizzta

santai tapi pasti

Posted on 11 Maret 2012, in artikelku. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: