Pribadi Yang Tenang

Sahabat…pernahkah engkau mengutuk diri sendiri? Terlalu banyak mengeluh sambil menyalahkan tuhan. Menyalahkan karena berprasangka tidak adil. Berpandangan bahwa orang lain diberikan serba ada dan enak. Sedangkan ketika engkau menengok diri sendiri masih jauh dari kata cukup. Masih saja serba kekurangan. Pernahkah hal ini terasakan?…Pernahkah?
Atau engkau merasa hidupmu selalu sial. Nasib buruk selalu menimpamu. Dalam kehidupan keseharian selalu di selimuti duka lara. Nyaris tak ada cerita bahagia didalamnya. Hidup serasa suram,harapan akan datangnya kebahagian seperti fatamorgana. Di tambah lagi merasa tak ada potensi terbaik dalam diri. Pesimis dalam hati. Hati selalu terpuruk. Hidup terasa gelap.
Ahh..semoga saja itu tak terjadi.!
Orang jawa bilang, hidup itu daling sawang-sinawang(tergantung yang melihat). Orang miskin kadang terlalu melihat atau mendongak ke atas. Sambil berandai-andai membayangkan betapa enaknya jadi orang kaya. Sementara kadang orang yang dipandang kaya rupanya hidupnya tak seindah yang dibayangkan si miskin. Hidup selalu sibuk. Masalah datang silih berganti tak ada hentinya. Setiap pulang kerumah tinggal capeknya. Nyaris tak ada waktu senggang untuk menikmati kehidupan kekayaan yang dimilikinya.
Sahabatku…
Sesungguhnya salah satu pintu masuk menuju kebahagiaan adalah ketika kita menjadi diri kita sendiri. Keyakinan kita dengan potensi, bakat, kekuatan dan karakteristik yang ada pada diri kita, membuat kita merasakan keistimewaan dan keunikan yang kita miliki.
Sahabat…Saya tak hendak mengatakan bahwa jangan jadi orang kaya. Justru, kita perlu kaya. Hanya, tak sekedar kaya materi. Kaya jiwa juga perlu. Karena inilah sebenarnya kekayaan yang mendatangkan kebahagiaan. Dalam kondisi apapun. Untuk bisa meraihnya, kita memang perlu menggelorakan semangat untuk berubah. Islam sendiri telah mengajarkan itu. Tuhan tidak akan merubah nasib sebuah kaum, sebelum mereka mau merubah nasib diri mereka sendiri. Inilah yang dinamakan proses.
Janganlah ragu wahai sahabat, bila kita sudah menemukan bakat kita, sekalipun menurut orang lain  adalah suatu yang “remeh”. Ketika kita menjadi diri kita sendiri, maka kita akan menjadi orang yang paling bahagia di dunia.
Sahabat…Sikap resah, gelisah, panik merupakan tanda ketidak-tenangan seseorang dalam bersikap dan berperilaku. Sikap tersebut dapat mendatangkan situasi di sekitarnya tidak bersahabat. Bahkan akan memupuk sikap ceroboh, emosional, dan membuat orang lain terdzalimi. Padahal prestasi, kesuksesan dapat diraih oleh seseorang yang hatinya senantiasa berada dalam keadaan tenang.
Seseorang yang memiliki pribadi yang tenang dapat dilihat dari kemampuannya berpikirnya yang jernih, kemampuan menghimpun informasi secara akurat, dan kemampuan dalam bertindak yang selalu tepat, efektif dan efisien. Semua itu akan diperoleh dari keyakinan yang tinggi pada Allah SWT. Sementara keyakinan dapat diperoleh dari ilmu pengetahuan dan pemahaman.
Sahabatku…Keyakinan dapat muncul dari latihan yang insentif. Orang yang terbiasa hidup sederhana, misalnya. Yang sejak kecil dididik untuk hidup sederhana, maka setelah dewasa, dikala jabatan telah digenggamnya tak membuatnya silau, karena baju ke-zuhud-an senantiasa melekat dalam dirinya. Itu salah satu bukti akan terinternalisasinya ilmu dan kedekatan diri pada Allah SWT sehingga menjadikan-Nya sebagai yang utama.
So,, marilah kita pupuk diri kita menjadi pribadi yang tenang dan tetap terkendali. Karena dengan sikap tenanglah akan melahirkan pribadi yang bijak dan berwibawa. Jadikan jiwa yang wibawa dalam keanggunan dan anggun dalam kewibawaan. Maka disaat kita dilanda gelisah, cukuplah Allah menjadi tempat pemberi ketenangan. Semoga Allah SWT yang menggenggam setiap hati hamba-hamba-Nya senantiasa melimpahkan ketenangan kepada kita. Amiin.

About iroelizzta

santai tapi pasti

Posted on 7 Maret 2012, in renungan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: