Lihat Disini Untuk Survei Pasar Properti Indonesia

 

Meski persentase daya belinya kecil untuk memiliki properti lebih dari dua atau lebih. Indonesia justru memiliki gairah yang cukup besar untuk membeli properti dibandingkan negara lain. Berdasarkan hasil survei pasar properti oleh salah satu media online terbesar di Asia. Lewat risetnya terungkap bahwa, kebutuhan properti dan perumahan di Indonesia terus mengalami peningkatan.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010, kebutuhan jumlah properti saat ini mencapai 13 juta unit. Dengan perbandingan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa, jumlah ini bukanlah angka yang sedikit. Sekitar 78% dari jumlah penduduk telah memiliki properti yang layak sebagai tempat tinggal, dan sisanya sebesar 21% atau sekitar 13 juta keluarga belum menempati properti pribadi milik mereka sendiri.

Kenyataan ini juga dilangsirkan lewat survei situs terkemuka. Hasilnya menunjukkan bahwa, mayoritas penduduk Indonesia telah memiliki rumah sebesar 91.2%, selebihnya 4.9% memiliki apartemen. Properti lain, seperti perumahan yang disubsidi oleh pemerintah.

Sedangkan ruko, hanya dipilih oleh sebagian kecil masyarakat Indonesia. Hal menarik yang didapat dari survey ini, 33,6% dari mereka memiliki satu atau lebih properti. Persentase ini lebih kecil dibandingkan dengan negara lain, misalnya Malaysia. Sebanyak 40% dari penduduk Malaysia memiliki dua atau lebih properti dan merupakan proporsi yang lebih tinggi dibandingkan di negara lain.

Adanya kecenderungan penduduk Indonesia untuk memiliki properti pribadi sampai saat ini belum menjadi prioritas utama bagi mereka. Kesempatan yang baik bagi para pengusaha properti untuk mendorong masyarakat Indonesia memiliki properti sebagai investasi jangka panjang. Masyarakat Indonesia memiliki gairah yang cukup besar untuk membeli properti dibandingkan masyarakat dari negara lain. Dari survei yang telah dilakukan, 75,4% masyarakat merencanakan membeli properti dalam waktu dekat.

Hanya saja, analisanya menjelaskan investasi properti belum menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia. Berbeda halnya dengan masyarakat di negara Singapura dan Hong Kong.

 

Iklan

About iroelizzta

santai tapi pasti

Posted on 7 Maret 2012, in artikelku. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: