Kiprah Tenaga Pengajar Dalam Dunia Pendidikan

Sebagai upaya menciptakan masyarakat yang beretika dan berbudaya
Dekat-dekat ini, perayaan gunru nasional telah digelar, sebenarnya, aktifitasnya merupakan bentuk apresiasi masyarakat terhadap predikat seorang guru yang notabene sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Dengan adanya ini di harapkan muncul figur-figur guru yang layak untuk di gugu dan di tiru.
Maka sebagai komponen yang bergabung dalam kelompok masyarakat dan penentu kebijakan berjalannya etika social, sehingga  dalam kehidupan sosial mereka para       mempunyai pengaruh yang sangat menghegemoni. Dari titik tolak ini diharapkan ada perilaku yang sistematis  dalam pengajaran sehari-hari baik didalam kelas maupun diluar kelas.
Adapun untuk menciptakan tenaga pengajar, baik guru ataupun dosen menjadi entitas yang capable disemua ranah, selayaknya mengerti dan mengaplikasika beberapa piranti dibawah ini.
1.    Menanamkan etika yang luhur dalam kelas ataupun di luar kelas
seperti yang telah diungkapkan diatas bahwa guru itu digugu dan ditiru. Sewajarnya mereka dalam tataran etika harus memperhatikan dan menjaganya, karena dengan etika seseorang mampu memposisikan diri dalam kehidupan masing-masing atau menjadi figure yang dewasa dalam menentukan interaksi dalam sosio masyarakat.
2.    Meningkatkan kapabelitas atau kemampuan mengajar
Syarat ini  menjadi kebutuhan yang paling utama sebagai tenaga pengajar baik  guru ataupun dosen, karena fungsi guru di sini adalah sebagai pentransfer keilmuan yang dipunyai   kepada peserta didik sehingga para siswa mampu menyerap pengetahuan dengan seksama. Dari titik tolak ini, bila seorang guru atau dosen mempunyai pengalaman yang luas, niscaya ilmu yang diberikan kepada peserta didik akan lebih dalam  dan komprehensif. Sehingga pendidikan yang ada akan lebih maju dan bermutu.
3.    Mempunyai sifat Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah
Seharusnya, sebagai seorang pengajar mempunyai keempat sifat tersebut. Siddiq artinya jujur dalam mentransfer keilmuan yang didapat. Tabligh berarti menyampaikan apa adanya pendidikan yang ada. Amanah berarti bisa menjaga tugas-tugas dengan baik. Fathanah artinya seorang guru harus cerdas dan mampu mesiasati fenomena yang berkembang. Hingga pada akhirnya perkembangan pendidikan memang benar-benar menjadi benteng utama dalam kehidupan masyarakat.
4.    Bekerja sama dengan masyarakat dan menjadikan masyarakat sebagai cermin introspeksi.
Masyarakat merupakan ceminan yang nyata dalam dunia pendidikan.                        maka dari itu perlu adanya kerjasama antar instansi yang terkait dengan pendduduk setempat atau masyarakat secara umum,s ehingga terjadi dialog yang terbuka demi memajukan  pendidikan dalam bangsa dan Negara. Selain itu, pendidikan yang tercipta memang betul-betul pendidikan yang siap pakai.
5.    Berdoa dan tawakkal
Sebagai seorang pengajar harus berdo’a dan tawakkal. Dengan bekal niat yang tulus, seorang guru juga harus mendoakan anak didiknya sehingga menjadi anak yang shaleh  wal akrom, selain itu didoakan semoga peserta didik mampu menggapai cita-cita dunianya dan akhiratnya. Hingga menjadi insane yang terhormat dan berharga.
Inilah paparan singkat perihal pendidikan yang penulis kaitkan dengan tenaga pengajarnya. Yang pasti dalam dunia pendidikan tidak bisa menafikan tiga piranti, yaitu seorang guru, murid dan masyarakat. Jika ketiganya bisa berjalan beriringan, niscaya harapan-harapan agung bisa digapai dan bisa dirasakan auranya.

Iklan

About iroelizzta

santai tapi pasti

Posted on 7 Maret 2012, in pendidikan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: