Mudah minta dan memberi MaAf

“Maaf yah atas kejadian tadi.”

“Afwan akh, udah ngebikin susah.”

“Sorry, kesenggol dikit.”

Kata-kata sebangsa maaf-afwan-sorry-ngapunten kadang-kadang begitu sulit diucapkan. Bibir ini seakan berat dibuka, lidah ini terasa kelu untuk melontarkan ucapan-ucapan tersebut. Entah gengsi, malu bin pekewuh atau yang lebih parah lagi sombong. Begitu pula sebaliknya, menerima dan memberi maaf pun juga sulit dilakukan. Kalimat “Ya, ku maafin.” “Ya, nggak papa kok, dah ku maafin” nggak mau keluar dari mulut. Lebih celaka lagi ada yang ogah-ogahan memberi. Senyum pun mahal harganya…. Apalagi maaf.

Pada umumnya orang mengikuti pandangan atau perasaannya sendiri, atau bisa disebut ‘bersikap subjektif” Sikap ini sering kita jumpai pada waktu orang mengajukan alas an untuk menentukan suatu pendapat, baik pendapat tersebut benar maupun salah. Sampai urat syaraf menegang, mata melotot bak anggur merah yang siap dicaplok, bel-belain pendapatnya minta ampyun ngotonya walaupun pendapat tersebut salah total. Itulah penyebab orang sulit meminta maaf, atau memberi maaf. Merasa dirinya yang dalam kebenaran. Sering orang baru menyadari kesalahannya setelah waktu berlalu lama. Rasa salah itu pun sering menimbulkan perasaan tidak enak, hati tidak tentram, makan tak nyenyak, tidur tak kenyang. Looh…

 

 

Emang sih ‘ngotot’ ini udah jadi bawaan sifat manusia pada umumnya. Namun peluang untuk meminta maf dan memberi maaf pastilah selalu ada. Ada cerita dari temenku, “Gara-gara dia, aku dipanggil ustadzah, dapet ghoromah(hukuman) lagi, Huh nggak akan ku maafin.” Dan yang lain dengan nafsu yang menggebu-nggebu bilang gini,” Sampai lebaran monyet nanti ku nggak bakalan maafin si A, kalo dimaafin keenakan dong, bisa-bisa ngulangin kesalahan lagi.” (Emang monyet punya lebaran juga?)

Nggak inget kalo manusia itu nggak bakal lepas dari kesalahan maupun lupa. Udah manusiawi. Janganlah mengedepankan ego, mendingan tulang iga hehehe…. Ingat diri kita juga sering salah dan lupa… So….. pikirkan sendiri…

Alangkah tentram dan nikmatnya kehidupan di muka bumi ini jika setiap orang bersedia meminta maaf. Toh, dengan meminta maaf tidak mengurangi fisik kita, ketampanan kita, kecantikan kita. Bahkan bisa mengurangi beban dalam diri kita sehingga nggak jadi sebab kerut-kerutan di wajah, atau malahan bisa ngilangin benjolan-benjolan yang sering nongol di muka kita. Lebih dari itu, apabila setiap orang sadar bahwa memberi maaf itu bahkan lebih mulia nilainya, maka bumi ini pastilah berisikan angin surga. Kita jadi longgar, kemasukan angina surge, bukan masuk angina pada umumnya, hehe… Dan perlu kita ketahui kalo mudah memberi maaf itu termasuk sifat orang-orang yang bertaqwa. Seperti dalam kalam Allah :

alladziina yunfiquuna fii alssarraa-i waaldhdharraa-i waalkaatsimiina alghayzha waal’aafiina ‘ani alnnaasi waallaahu yuhibbu almuhsiniina
134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Kita tengok kalimat  العافين عن الناس yang  artinya “pemaaf bagi manusia” dan itu diletakkan setelah  الكاظمين الغيظ  yang artinya “yang menahan amarahnya”. So, kalo kita mau maafin jangan marah-marah dulu. Dilampiasin dulu baru maafin, Bisa jadi kamu nggak ikhlas dlam memaafkan tersebut.

Sifat paling buruk manusia adalah sombong. Kesombongan ini disebabkan oleh siafat manusia bahwa dia merasa dirinyalah yang paling sempurna. Sifat sombong itu yang bikin sulit bin berat meminta maaf dan memberi maaf. So, kita harus-musti mengikis sifat yang sering nongkrong di hati-hati manusia agar kita mudah memminta maaf dan memberi maa

Iklan

About iroelizzta

santai tapi pasti

Posted on 6 Maret 2012, in artikelku. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: