Di balik ngelindur ….

Kejadian yang kadang bikin keki, konyol dan ketawa sendiri. Hihihi…. Gila kali, sebenarnya bukan sekedar gila melainkan sekedar nggak sadar. Ngelindur itu bahasa jawa dari mengigau. Lucu deh kalo ngomongin soal ngelindur. Biasanya nih, kalo orang udah antusias terhadap sesuatu, terlalu serius atau terlalu berharap, bisa kebawa sampe’ ngelindur.

“Eh oper sini!!”…. “Awas direbut musuh!!” Begitu teriakku sambil menendang2 ibuku sendiri. Aku dapet cerita ini juga dari ibuku sendiri. Waktu kecil dulu, aku ngelindur maen bola, berhubung aku masih tidur sama ibuku alias dikeloni, aku pun tanpa sadar menganggap ibuku sebagai bola. Astaghfirullahal adhiem… Kira2 waktu itu aku kelas 3 ato 4…. Si bungsu bin ragil ini emang nggak mau lepas dari ibunya. Kemana-mana ngikut kaya buntut…

Ngelindur digolongkan sebagai parasomnia yakni perilaku tidak normal yang dilakukan tanpa sadar saat tertidur. Jenis parasomnia yang lain contohnya sleepwalking (berjalan saat tidur), sleepeating (makan saat tidur) atau bahkan sleeptexting (berkirim SMS saat tidur).

Hampir 50 persen anak berusia 3-10 tahun pernah mengalami gangguan ini, jauh lebih banyak dibandingkan orang dewasa yang angkanya hanya sekitar 5 persen. Sebuah survei tahun 2010 mengungkap, 1 dari 10 anak kecil ngelindur lebih dari sekali dalam sepekan.

Dalam banyak kasus, ngelindur tidak digolongkan sebagai gangguan kesehatan yang serius. Namun dalam kondisi tertentu, gangguan ngelindur perlu dikonsultasikan ke dokter misalnya jika ada indikasi sleep terror atau sering disebut juga night terror.

Sleep terror merupakan gangguan tidur yang menyebabkan seseorang berteriak histeris, meronta-ronta dan memukul-mukul plus menendang seperti sedang mimpi buruk. Seseorang yang sedang mengalami sleep terror biasanya sulit dibangunkan, lalu esok harinya bangun dalam kondisi kelelahan dan tidak bugar.

Beberapa faktor yang bisa memicu ngelindur maupun sleep terror seperti dikutip dari WebMD, Selasa (12/7/2011) antara lain sebagai berikut.

  1. Sedang mengonsumsi obat-obatan
  2. Stres secara emosional
  3. Sedang demam
  4. Gangguan mental
  5. Penyalahgunaan obat terlarang.

Sayangnya hingga kini tidak ada cara yang benar-benar ampuh untuk menghindari ngelindur maupun bentuk parasomnia yang lain. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah mengurangi stres, sehingga kualitas tidur meningkat dan bisa tidur lelap sepanjang malam.

Mengigau bisa baik bisa juga buruk. Berhubung ane tidurnya di asrama ponpes, banyak banget deh kejadian kaya gini. Salah satu temenku pun ada yang pernah ngelindur adzan pake teriak-teriak lagi. Ada yang ngelindur berkhutbah bahasa arab fasih bin lancer kaya jalan tol, persis kaya syeikh2 itu. Ada juga yang marah-marah, ketawa-ketiwi, nangis-nangis, bahkan sampe’ menjerit histeris. Waah macem-macem deh. Bahkan ada yang sampe’ berdiri trus berjalan sampe kamar mandi, istilahnya tadi sleepwalking. Yang lebih unik nih, yang ngelindur ngambil roti temennya di kardus (sleepeating), hihihi lumayan….

 

Bagaimana Al-qur’an berbicara tentang hal ini?

Ane pernah dapet keterangan dari seorang ustadz favoritku, nama beliau adalah Ustadz Muhammad Abdullah, beliau sangat mahir dalam menerangkan tafsir, hadits maupun fiqh… Metode mengajarnya pun asyik n nggak bikin bosen. Beliau pun bisa menarik semua perhatian santri, nggak ada yang tidur kalo pas yang ngajar adalah beliau.

Okey, menurut beliau, perbuatan mengigau tersebut nggak menyebabkan dosa. Walaupun sampe’ ngambil barang orang semisal roti, permen ato barang-barang lain. Itu bukan termasuk perbuatan mencuri, karena dia melakukannya dengan tanpa sadar. Dalilnya ada pada surat Al-kahfi :

ونقلبهم ذات اليمين و ذات الشمال

“Dan kami membolak-balikkan (tubuh) mereka ke arah kanan dan kea rah kiri”

Jadi Allah-lah yang bertanggung jawab saat kita tidur, seperti mereka para ashabul kahfi, mereka tidur lamaaa banget dan Allah menggerak-gerakkan tubuh mereka ke kanan ke kiri, seperti saat kita tidur, kadang balik arah ke kanan maupun kiri, malah ada yang jungkir balik hehe….

Dan ada juga sebuah hadits yang menerangkan bahwa pena itu diangkat dari 3 orang, dari bayi sampai baligh, dari orang gila sampai sadar, dan dari orang tidur sampai bangun… Jadi, sewaktu kita tidur trus kita ngelakuin perbuatan terlarang kita nggak dicatat dengan kejelekan. Malah kita dapet pahala, kan tidurnya orang muslim juga ibadah….

.

About iroelizzta

santai tapi pasti

Posted on 6 Maret 2012, in artikelku. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: