Rasulullah Hadir Pada Perayaan Maulid Nabi?

Print
Written by Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim al Jarullah
SOAL :
Ada seseorang bertanya tentang keyakinan sebagian orang bahwa Rasulullah biasa  hadir dalam setiap perayaan maulid Nabi, sehingga hadirin berdiri untuk menghormati  kedatangan beliau, bolehkah yang demikian ini dilakukan?
JAWAB :
Kalau ada yang menyangka bahwasanya Rasul hadir dalam perayaan maulid tersebut,  maka Al-Qur`an mendustakan keyakinan tersebut. Allah berfirman kepada Nabi-Nya  (artinya):

Sesungguhnya kamu akan mati dan mereka akan mati pula, kemudian kalian  akan berbantahan di sisi Rabb kalian. (Surat Al-Zumar: 30 – 31).

Adalah keyakinan bahwa bangkitnya jasad mayit dari kuburnya hanya akan terjadi pada  hari kiamat, maka kalaupun ada yang menyangka bahwa kebangkitan (kehadiran Rasul) tersebut adalah sekadar ruhnya, Al-Qur`an-pun mendustakan pula (artinya):

Allah  memegang/menahan jiwa ketika matinya dan juga jiwa orang yang belum mati waktu tidurnya, maka Dia menahan jiwa yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa lain yang sampai waktu yang ditentukan (Surat Al-Zumar: 42).

(maksudnya: Orang-orang yang mati ruhnya akan ditahan Allah sehingga tidak dapat kembali kepada tubuhnya dan orang-orang yang tidak mati waktu dia tidur ruhnya dilepaskan sehingga dapat kembali kepadanya lagi, lihat terjemahan Al-Qur`an terbitan Departemen Agama RI)
Ruh orang yang telah meninggal itu tetap, tidak bisa datang dan pergi, oleh karena itu pengakuan akan hadirnya Rasul dalam haflat (perayaan) tersebut adalah kebohongan yang ditujukan/diatasnamakan kepada Nabi.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam berkata, Sesungguhnya dusta atas namaku tidak sama dengan dusta atas nama selainku. Barangsiapa yang berdusta atas namaku maka hedaklah ia mengambil tempat duduk dari neraka (api) (Muttafaq alaih, hadits yang diakui (mutawatir) berasal dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, Lihat Fathul Bari I/23)
Adapun berdirinya mereka untuk mengagungkan / menghormat beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam yang dianggap hadir dalam acara peringatan yang mereka lakukan adalah kemungkaran yang besar dan nyata! Karena berdiri untuk mengagungkan adalah ibadah yang tidak pantas kecuali untuk Allah seperti dalam solat. Berkata Allah (artinya):

Dan berdirilah untuk Allah bersama orang-orang yang taat. (Al Baqarah:138)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam sungguh telah melarang seseorang menghormati orang lain dengan cara berdiri:
Barangsiapa suka temannya berdiri untuknya maka hendaklah ia mengambil tempat duduk dari api neraka. (Hadits Shahih dikeluarkan oleh Tirmidzi, lihat didalam As-Silsilah Ash-Shahihah Juz I / hal 627 / No hadits 357).

Tanya-Jawab bersama Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim al Jarullah (diambil dari Kitab Ajwibatul Hisan ‘ala as-ilati Mursyidi Bakistan = Jawaban Tepat atas pertanyaan-pertanyaan Pemuka Masyarakat Pakistan)

About iroelizzta

santai tapi pasti

Posted on 2 Maret 2012, in islam..... Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: