Kontroversi Kehadiran Nabi Dalam Peringatan Maulid Nabi

Print
Di berbagai sudut desa kaum muslimin sering membaca bareng-bareng kisah kehidupan Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam dalam bahasa Arab –yang mayoritas mereka tidak memahami isi syair tersebut- dalam rangka memperingati maulid/kelahiran Nabi (–wiyosan, jawa). Pada bait-bait tertentu para hadirin berdiri –dengan keyakinan bahwa Rasulullah tengah hadir di majelis mereka- untuk menghormati kedatangan beliau shallallahu `alaihi wa sallam.
Namun benarkah keyakinan mereka tersebut, sesuaikah  dengan aqidah Islam yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  sendiri? Silahkan menyimak tanya jawab dibawah ini.
Soal I: Sebagian orang berkeyakinan bahwa Nabi shallallahu `alaihi wa sallam menghadiri peringatan-peringatan maulid yang ada, sehingga karena itu para hadirin berdiri menghormati kedatangannya. Dibenarkankah hal ini?
Jawab: Keyakinan orang yang menyangka bahwasanya Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam  menghadiri perayaan maulid tersebut didustakan oleh Al-Qur`an, karena Allah subhanahu wa ta`ala berfirman kepada Nabinya yang mulia:

Sesungguhnya kamu akan mati dan merekapun akan mati. Kemudian nanti di hari kiamat kalian akan berbantah-bantahan dihadapan Rab kalian.[1]

Bangkitnya jasad dari kubur hanyalah terjadi ketika hari kiamat telah tiba, sedang kalau ada yang berkilah bahwa yang bangkit adalah ruhnya maka Al-Qur`an pun mendustakannya, karena Allah shallallahu alaihi wa sallam  berkata dalam kitab-Nya:

Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan.[2]

Ruh orang yang telah meninggal itu tetap, tidak berpindah-pindah pergi dan datang. Dan juga sangkaan tentang kehadiran Nabi shallallahu `alaihi wa sallam dalam peringatan-peringatan tersebut merupakan bentuk kedustaan atas beliau, sedang Rasul shallallahu `alaihi wa sallam  berkata:
Sesungguhnya  kedustaan yang mengatas namakan aku tidak sama dengan kedustaan  terhadap yang lain, barangsiapa berdusta atas namaku maka hendaklah  dia mengambil tempat duduk di Neraka [3]
Adapun  berdiri untuk menghormati beliau shallallahu `alaihi wa sallam  –atas dasar sangkaan bahwasanya beliau hadir- ini merupakan kemungkaran  yang besar karena berdiri untuk menghormati adalah ibadah yang  tidak pantas dilakukan kecuali hanya untuk Allah subhanahu  wa ta`ala semata ketika dalam sholat, Allah subhanahu wa  ta’ala berkata:
Dan  hendaklah kalian berdiri (sholat) kepada Allah sebagai orang-orang  yang tunduk[4]
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam nyata-nyata telah melarang untuk  berdiri  dengan tujuan saling menghormati,
Barangsiapa yang suka kalau temannya menghormatinya dengan berdiri maka hendaklah mengambil tempat duduk dari neraka[5]

[1] Surah Az-Zumar, ayat 30 – 31

[2] Surah Az-Zumar, ayat 42
[3] Muttafaq ‘alaihi, hadits mutawatir lihat Fathul Bari (juz I hal. 23)
[4] Surat Al-Baqarah, ayat 238
[5] Hadits dikeluarkan oleh Imam Abu Dawud dan At-Tirmidzi,  dengan sanad shahih lihat dalam As-Silsilah As-Shahihah  juz I, hal. 627 no. 357

About iroelizzta

santai tapi pasti

Posted on 2 Maret 2012, in islam..... Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: