Tips Mengajar Tata Krama Pada Anak

Mungkin Anda pernah bertemu dengan anak-anak yang tidak memiliki tata krama ketika Anda sedang berbelanja di toko swalayan. Mereka mengambil apa saja yang mereka inginkan dari rak, mendorong dan menerobos dalam antrian, dan berbicara seenaknya dengan orangtua mereka.

 

Jika Anda orangtua, mungkin Anda akan bertanya-tanya apa yang sebainya Anda lakukan untuk menjaga anak Anda dan tidak membuat mereka menjadi teror bagi orang lain. Memang tidak ada anak yang sempurna, namun ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk megajarkan anak Anda cara yang baik untuk berperilaku di depan umum.

Yang paling penting yang harus Anda lakukan untuk mengajarkan anak tata krama adalah dengan menjadi konsisten. Jika Anda membiarkan anak Anda berperilaku seenaknya di rumah lalu memintanya untuk memiliki perilaku yang berbeda di depan umum, hal itu hanya akan membuat anak Anda bingung. Anak yang bingung akan membuatnya tidak belajar dengan cepat akan apa yang Anda harapkan dari mereka dan akhirnya memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk tidak melakukannya.

Cara lain untuk mengajar anak Anda bagaimana berperilaku adalah dengan menjadi model bagaimana bersikap sopan santun di rumah. Jika Anda mengabaikan hubungan sosial dengan orang lain di hadapan anak Anda, mereka akan berpikir bahwa hal itu adalah hal yang tepat untuk dilakukan.

Namun, bukan hal yang besar jka anak Anda belajar mereka dapat sedikit melonggarkan tata krama ketika berada di rumah. Setiap orang membutuhkan tempat di mana mereka tidak harus selalu melakukan perilaku terbaik mereka, dan tempat itu haruslah rumah Anda. Setelah anak Anda telah belajar bagaimana berperilaku dengan baik, Anda dapat menjelaskan kepadanya bahwa terkadang tidak masalah untuk bertingkah sedikit gila tapi tata krama yang tepat harus selalu digunakan di tempat umum.

Mengajarkan sopan santun dengan benar harus dimulai sejak dini, bahkan sebelum anak Anda dapat berbicara. Misalnya saja, Anda dapat menggunakan kata “tolong” dan “terima kasih” dengan bayi atau balita Anda sebelum ia dapat berkata-kata sendiri. Hal ini akan menjadi cara yang baik agar anak Anda terbiasa mengucapkan kata-kata ini di saat yang tepat. Anak Anda akan mengulang setiap perkataan ketika ia mulai belajar berbicara karena ayah dan ibunya biasa menggunakan kata-kata tersebut.

Salah satu aturan konvensional sosial adalah setiap anak sebaiknya belajar bagaimana menggunakan panggilan yang tepat ketika mereka berbicara dengan orang dewasa. Beberapa orang dewasa mengharapkan anak-anak untuk menggunakan “Bapak” atau “Ibu” dan “Om” atau “Tante” ketika menyapa orang dewasa lainnya. Jika Anda mengajar anak Anda menyapa orang dewasa dengan cara ini, bahkan jika itu bukan sesuatu yang biasanya mereka gunakan untuk memanggil Anda, maka mereka tidak akan menyinggung orang-orang di sekitar mereka.

Anak Anda harus diajarkan bagaimana mendengarkan tanpa menyela, dan ini adalah sebuah sikap yang sulit untuk dipelajari anak Anda. Anda perlu mengingatkannya untuk tidak menyela di tengah pembicaraan, tapi jangan membuatnya menjadi masalah besar ketika ia melupakannya. Seoang anak secara natural bersemangat untuk mengatakan hal-hal yang ingin diucapkannya, sehingga seringkali ia akan mengungkapkannya di tengah pembicaraan. Ketika hal ini terjadi, peringatan dengan cara yang lembut adalah apa yang dibutuhkannya.

Ingatlah bahwa anak-anak perlu waktu untuk mengembangkan ketrampilan motorik yang dibutuhkannya untuk makan tanpa menumpahkan makanannya dan mengunyah dengan mulut yang tertutup. Jangan memaksakan tata krama yang memang belum dapat dilakukannya secara fisik. Berikan mereka waktu untuk bertumbuh, ajar mereka untuk berperilaku yang tepat di saat yang tepat, dan Anda akan membesarkan seorang anak yang memiliki sopan santun – setidaknya di sebagian besar waktu mereka.

About iroelizzta

santai tapi pasti

Posted on 23 Februari 2012, in artikelku. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: