maulid nabi muhammad

 

Maulid manusia terbaik

Maulid Nabi Muhammad SAW  adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad

Maulid bertujuan untuk mengingat kembali pada sejarah, manfaat, dan hikmah-hikmah setelah kelahiran dan wafatnya Rosulullah SAW, sehingga setelah maulid khususnya bagi umat islam tahu mana ajaran yang benar dan salah dan mengetahui agama yang lebih jelas untuk mendapatkan ridlo Allah. Dengan lahirnya nabi muhammad,  banyak keistimewaan- keistimewaan, terutama bagi wanita, wanita mempunyai kemulyaan , seakan-akan derajatnya  sama dengan kaum lelaki. Dahulu, sebelum Rosulullah lahir, wanita-wanita tidak dianggaptidak berguna, kalau melahirkan perempuan, bayinya akan di kubur hidup-hidup sampai mati. Alhamdulillah setelah nabi muhammad lahir kejahiliyahan itu hilang karena kemulyaan beliau. Dengan adanya maulid, mengingatkan kita  pada sejarah , jejak-jejak rosul sehingga kita bisa meniru suri tauladan Rosulullah SAW. Setiap tahun kita memperingati maulid Nabi pada bulan Maulud untuk mengingat sifat-sifat Rosulullah , sebagaimana kita tahui dalam Al-Barzanji, Nabi Muhammad memiliki sifat sangat pemalu ( syadidul haya’ )dan tawadlu’ yang patut kita teladani. Dengan siapapun, baik umat muslim atau non muslim, Rosulullah selalu bertutur baik dengan mereka semua. Dengan kita bersikap tawadlu’ dan haya’kepada semua ummat,akan menimbulkan suasana yang baik sesuai ajaran Beliau.

Banyak orang yang mengadakan maulid , tetapi tidak dapat merubah sikap orang tersebut.  Untuk itu setelah maulid kita berharap supaya bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Contohnya dalam kitab Usfuriyah, hadits ke 37, ada suatu cerita ada seorang guru, sebut saja ustadz, dia selalu membantu dan menolong orang lain. Ada seorang raja yang baru saja kehilangan kuda kesayangannya karena mati, dan merasa sedih sekali. Suatu hari seorang Patih raja tersebut mengetahui kehebatan ustadz tersebut, dan merasa kagum dengan kehebatannya. Kemudian si patih menghampirinya, dan menceritakan semua. Ustadz berkata,” aku bisa menyembuhkan kuda itu kembali, kalau rajamu mau mengikuti arahanku, maka kuda itu akan hidup atas izin Allah. Si patih kemudian memberikan kabar pada rajanya. Akhirnya ustadz datang dengan sikap yang baik dan tawadlu’ pada raja. Raja mengikuti arahannya. Kemudian Ustadz mulai memegang kuda tersebut di hadapan Raja, orang tua raja, istrinya dan patihnya. Ustadz mulai pegang kaki yang satu, dan membaca kalimat tauhid ( lailaha illallah ), kaki yang dipegang ustadz pun mulai bergerak. Setelah itu raja heran, ustadz mengutus raja untuk memegang kaki yang kedua dan berkata kalimat tauhid tadi, kaki yang keduanya pun bergerak. Kemudian giliran orang tua raja yang memegang kaki yang ketiga, dan berkata seperti tadi, dan kaki yang ketiga pun bergerak. Kaki yang keempat giliran si patih, dan seperti itu akhirnya kakinya bergerak. Tinggal badan kuda yang belum bergerak. Ustadz berkata,” Wahai raja, sekarang kumpulkan rakyatmu untuk memegang badan kuda, dan suruh baca lailaha illallah, akhirnya kuda itu bergerak seluruh badannya. Sehingga Raja dan rakyatnya spontanitas berbondong-bondong masuk islam . itulah sifat yang baik sebagai tauladan Rosulullah SAW. Harapan islam untuk menjadi lebih maju, berhasil, mencapai tujuan akhir sampai akhir keturunan umat islam yang sholeh dan sholehah.

Untuk acara-acara atau rangkaian kegiatan dalam merayakannya, umumnya baca sholawat nabi, baik lewat pengajia-pengajian, lewat al-barzanji, lewat santunan-santunan terhadap yang membutuhkan yang intinya untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Dan yayasan Nurus Salam juga akan melaksanakan maulid nabi beosk insya Allah pada 17 Robi’ul Awal 1433 H.

Kalau untuk masalah tidak dan bolehnya maulid itu, sebagian ada yang boleh dan tidak. Memang pada zaman Nabi dahulu belum ada istilah maulid. Seperti zaman sekarang ini, tapi maulid itu tidak merupakan bid’ah qobihah. Melainkan bid’ah hasanah, karena dalam maulid diadakan baca sholawat, pengajian, hal-hal baik. Yang dikatakan bid’ah qobihah itu mengadakan maulid yang isinya berupa merayakan kemaksiatan. Kalau ada yang mengatakan haram itu, sangat tidak benar, karena pengajian meningkatkan keimanan dan ketakwaan ummat manusia.

Untuk masalah peringatan hari lahir (maulid) dan hari wafat (haul), itu maulidkan untuk Rosul yang mempunyai sifat ma’shum, sejak lahir sampai wafat, beliau selalu membawa manfaat dan barokah. Tetapi kalau manusia itu wafatnya mempunyai keistimewaan, sifat baik, sehingga diperingati setelah wafatnya tidak pada hari lahirnya. Kadang-kadang manusia biasa itu kecilnya bisa baik, tetapi wafatnya dalam keadaan tidak baik. Seperti Auliya’illah, itu kan wafatnya secara baik, dan meninggalkan sesuatu hal yang dapat dikenang dan dipelihara suatu masyarakat karena perjuangan beliau-beliau.

 

Agar kita dicintai Allah, kita harus cinta rosulullah SAW.maka cintailah Rosul dan keluarganya, sehingga kita otomatis mencintai Allah SWT.  Semoga dengan peringatan-peringatan maulid dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita, khuusnya para generasi-generasi bangsa Indonesia.

 

 

 

About iroelizzta

santai tapi pasti

Posted on 19 Februari 2012, in artikelku. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: