Masuknya agama Islam di Maluku, Ternate dan Tidore

Prolog

Islam masuk ke nusantara pada abad ke-7, walaupun ada yang mengatakan masuknya agama islam ke Indonesia pada abad ke-12.[1] Kebanyakan mereka yang membawa islam masuk ke Indonesia adalah para pedagang yang sebagian besar tertarik pada kekayaan rempah-rempah yang dimiliki Indonesia dikala itu, hingga para colonial pun masuk ke Indonesia untuk menguasai negri yang subur ini sebagai tempat jajahan mereka. Salah satu daerah yang memiliki komoditi rempah-rempah terbesar adalah Maluku. Disana

Pembahasan

Masuknya agama Islam di Maluku, Ternate dan Tidore

A. Masuknya agama Islam di Maluku

Maluku atau yang dikenal secara internasional sebagai  Moluccas adalah salah satu provinsi tertua di Indonesia. Ibukotanya adalah Ambon. Pada tahun 1999, sebagian wilayah Provinsi Maluku dimekarkan menjadi Provinsi Maluku Utara, dengan ibukota di Sofifi. Provinsi Maluku terdiri atas gugusan kepulauan yang dikenal dengan Kepulauan Maluku.[2]

Sejak dahulu kepulauan ini menghasilkan rempah-rempah yang diminati banyak daerah dari manca Negara, missal cina, maupun Negara-negara dari benua Eropa. hususnya di Maluku utara (sekarang), daerah ini merupakan kawasan paling penting pada saat itu. Terdiri dari beberapa kerajaan dan kepulauan. Diantaranya : Ternate, Tidore, Mokir, Makian,  Bacan, dan Jailolo. Ketika dulu, untuk menuju kesana ada dua jalur, pertama berlayar melalui jalur selatan dengan menyusuri pantai laut jawa, laut flores, kemudian sampai Maluku. Kedua, dengan melalui jalur utara, yakni dari Kalimantan utara, melewati selat Sulawesi, kemudian baru ke Maluku. Kebanyakan untuk masuk ke  Maluku, mereka transit melalui kerajaan jailolo, sehingga kerajaan ini terkenal sebagai pintu gerbang Maluku.[3]

Sebagai bukti sejarah, sebuah Masjid besar  serta AL-Qur’an tertua masih menjadi saksi bisu kejayaan islam dimasa silam. Masjid ini bernama Masjid Wapauwe, yang konon dalam membangunnya sama sekali tidak menggunakan paku, sampai sekarang masjid itu masih berdiri.[4]

B. Kerajaan Ternate

            Ternate merupakan daerah penting di Maluku (sekarang terletak di provinsi Maluku Utara). Kerajaan ini berbeda dengan kerajaan-kerajaan yang lain disekitarnya, karena kerajaan ini dipimpin oleh seorang sultan, sedang kerajaan yang lain dipimpin oleh seorang ratu atau raja.[5] Sebagaimana tidore, daerah ini kaya akan rempah-rempah, hususnya cengkih, sehingga banyak para pedagang dari luar nusantara yang mencari rempah disini, karena kekayaan alamnya serta pelabuhannya yang mudah digunakan untuk transit bagi kapal-kapal pelayar.

            Pada abad ke-15, tepatnya pada tahun 1460, islam mulai masuk ke ternate. Raja pertama bernama Vongi tidore. Ia mengambil istri dari soorang keturunan ningrat dari jawa. Namun sumber lain mengatakan bahwa raja yang pertama kali masuk islam adalah Zainal Abidin, malah ada juga yang berpendapat bahwa raja sebelumnya juga sudah memeluk agama islam, yakni bapak Zainal Abidin, yang bernama Gapi Baguna, sebagaimana yang dikatakan oleh F. Valentijn. Yang mana beliau masuk islam atas dakwah dari seorang saudagar dari jawa, Maulana Husain, sehingga namanya diganti dengan Marhum.[6]

            Sebelum menjadi kesultana, ternate merupakan kerajaan yang mengikuti agama syamanisme, kerajaan ini merupakan satu keturunan dengan kerajaan tidore, jailolo, dan Bacan.[7] Akan tetapi, setelah masuknya bangsa colonial yang berhasil mempengaruhi kerajaan ini, akhirnya satu sama lain saling bermusuhan. Karena tidore bekerjasama dengan Spanyol, maka Ternate bersekutu dengan portugis untuk mengimbangi persaingan yang ada, sehingga terjadi bentrok antara ternatre yang dibantu oleh portugis dan tidore dengan bala bantuan Spanyol. Akhirnya ternate mendapatkan kemenganag atas tidore.

            Setelah mendapatkan kemenangan, ternyata portuygis berhianat, mereka memanipulasi hasil rempah-rempah yang ada di ternate. Hal mini menjadikan kemarahan sultan khoirun membara, akhirnya beliau mengangkat senjata dan mengadakan perlawanan kepada portugis, perang terjadni hingga ibukota ternate terbakar, tahun 1565. Dengan dalih perundingan, sultan Khoirun diundang ke Loji Portugis, tapi disana ia malah dihianati, sehingga ia terbunuh disana.

            Kesultana digantikan oleh sultan Babulloh, setelah kematian sultan khoirun, ia mengadakan perlawanan kembali dengan portugis, benteng-benteng tempat pertahanan portugis akhirnya dapat direbut oleh rakyat ternate,  akhirnya pada 28 desember 1577 beliau berhasil mengusir bangsa portugis dari dunia ternate untruk selama-lamanya.

            Ketika kerajaan dipimpin oleh zainal Abidin, ia sempat meluangkan waktu untuk belajar agama islam di Gresik. Ternyatya disini ia bertemu dengan seorang kepala daerah dari ambon yang bertujuan sama dengannya, sehingga mereka berdua bersaudara. Setelah ia selesai belajar islam, maka ia mengukuhkan islam dengan memasukkan agama islam sebagai agama resmi, serta memasukkannya kedalam struktur politik, semula nama pemimpin adalah seorang raja, kemudian disebut sebagai seorang sultan. Ia juga membangun sebuah sekolahan dengan membawa guru agama dari jawa, kemudian mewajibkan para pejabat pemerintahan  untuk mempelajari syariat islam.

            Pada masa inilah ternate mengalami masa keemasannya, tidak hanya dalam bidang keagamaan, melainkan juga perdagangan mulai berkembang pesat. Kinia banyak yang berdatangan para pedagang dari jawa, melayu, hingga orang-orang arab ikut meramaikan pada sector perekonomian mereka. Hingga akhirnya, hal ini mengundang iri dan dengki dari kerajaan-kerajaan sekitar.[8]

C. Kerajaan Tidore

            Sebagaimana ternate, tidore juga merupakan kerajaan penting dimaluku, selain kaya akan rempah-rempah, daerah ini merupakan penghasil belerang. Islam baru masuk ke tidore setelah abad ke-16, karena sebelumnya mereka masih menganut kepercayaan setempat. [9]

            Abad ke-16 bisa dikatakan masa kegemilangan bagi tidore dan ternate, dua kerajaan ini saling bersaing satu sama lain hingga abad ke-17. Sebagai contoh, pulau Motir, yang terpengaruh oleh dua kekuasaan, yakni ternate dan tidore, hingga sempat menyebabkan permusuhan antara mereka.


[2] Ibid.

[3] Prof. Dr. Taufiq Abdulloh dan Dr. M. Hisyam Sejarah Umat Islam Indonesia (PT. Intermasa : 2003)

[4]  www. Kompas.com

[5] Armando Cortesso, The Sume Oriental of Tome Pires, on Account of the East, seri 2, XXXIX dan XL, Hakluyt Society, London, 1944. Disadur oleh Prof Dr. Taufiq Abdulloh.

[6] Lihat Ensiklopedi Islam, jilid 5(PT. Ichtisar Baru van hoeve, Jakarta : 2002)

[7] Ibid.

[8] Ibid.

[9] Prof. Dr. Taufiq Abdulloh dan Dr. M. Hisyam Sejarah Umat Islam Indonesia (PT.          Intermasa : 2003)

About these ads

Tentang iroelizzta

santai tapi pasti

Posted on 29 Mei 2012, in islam..... Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: