Ancaman meninggalkan Shalat

Prolog

Indonesia merupakan negara yang mempunyai penduduk yang kebanyakan memeluk agama islam, sekaligus merupakan negara (pemeluk) islam terbesar didunia. Secara kuantitatif, nilai ini patut dibanggakan oleh dunia islam pada umumnya, dan Indonesia sendiri khususnya. Akan tetapi, secara kualitatif, bila kita mau memelekkan mata ini dengan pandangan obyektifitas penuh, maka sudah sepantasnya kita menundukkan kepala ini kebawah. Banyak dari mereka yang menjadikan islam hanya sebagai hiasan KTP, sekaligus menjadi topeng sebagai kedok penutup malu ataupun gengsi dari keberadaan komunitas sekitar.

Banyak diantara mereka mengaku mempunyai pegangan Al Arkan al Islam, tetapi tidak merealisasikannya dengan tindakan nyata, hususnya rukun islam yang kedua, yakni sholat, sehingga tak jarang dari mereka yang msaih meninggalkan sholat dengan berbagai motif yang menjadi alasan mereka, padahal mereka juga amat sangat faham bahwa shoalt merupakan tiang agama.

Hal inilah yang seharusnya menjadi keprihatinan dan bahan renungan bagi kita umat islam, mengapa hal itu terjadi, dan bagaimana jalan keluar untuk mengatasinya. Ataukah hal ini sudah merupakan manifestasi paten dari perkataan nabi, bahwa kelak islam akan hilang tinggal namanya saja? Naudzu billah…semoga kita semua selalu diberikan kekuatan untuk continue mendirikan sholat lima waktu, hususnya dengan berjamaah.

Oleh karena itu, pada makalah kali ini akan dibahas mengenai ancaman-ancaman bagi orang yang meninggalkan sholat, dengan harapan dapat menumbuhkan kesadaran bagi kita dan mereka pada umumnya akan urgensitas mendirikan sholat, sehingga keberadaannya tidak terbengkalaikan. Semoga bermanfaat.

  1. Hukum Orang Yang Meninggalkan Sholat

Sebelum masuk pada pembahasan mengenai ancaman orang yang meninggalkan sholat, mungkin dipandang cukup perlu untuk disertakan sedikit uraian mengenai status orang tersebut terlebih dahulu. Karena, setidaknya eksistensi status ini bisa menjadi suplemen pendukung pada inti pembahsan selanjutnya.

Kaitannya dengan sholat, apakah dosa sebab meninggalkannya sampai menyebabkan seseorang menjadi kafir?

Dalam hal ini, ada banyak pendapat yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Sebagaimana yang dikatakan Asy Syaukani -rahimahullah- dalam kitab Nailul Author, bahwa tidak ada beda pendapat di antara kaum muslimin tentang kafirnya orang yang meninggalkan shalat karena mengingkari kewajibannya. Namun apabila meninggalkan shalat karena malas dan tetap meyakini shalat lima waktu itu wajib -sebagaimana kondisi sebagian besar kaum muslimin saat ini-, maka dalam hal ini ada perbedaan pendapat.[1]

Mengenai meninggalkan shalat karena malas-malasan dan tetap meyakini shalat itu wajib, ada tiga pendapat di antara para ulama mengenai hal ini. Pendapat pertama mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat dibunuh dengan hukuman had, namun tidak dihukumi kafir, sehingga masih harus disholatkan  dan dimakamkan pada pemakaman orang muslim. Inilah pendapat Maliki dan Syafi’i.

.  As-Shomiry menjelaskan bahwa keberadaan sholat menyerupai dengan iman, jika ditinggalkan, maka ia berhak untuk dibunuh.[2]

Pendapat kedua mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat karena malas-malasan adalah fasiq (telah berbuat dosa besar) dan dia harus dipenjara sampai mati, kecuali jika  dia mau (bertaubat) menunaikan shalat. Inilah pendapat Hanafiyyah.[3] Sebagaimana hadits nabi yang mengatakan bahwa “Sesungguhnya batas antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat[4]

Pendapat ketiga , yakni pendapat Ulama Hanabilah (Imam Hanbali) mengatakan bahwa orang yang meninggalkan sholat dikarenakan faktor malas, maka ia dipenjara selama tiga hari, dan setiap datang waktu sholat ia diperintah melakukan sholat. Jika masih tidak mau, maka ia dibunuh dengan jalan had, sebagaimana pendapat Syafi’iyyah dan Malikiyyah. Bahkan ada yang mengatakan kafir secara muthlak, sehingga tidak usah dimandikan dan disholati.

 

Jadi, kesimpulannya adalah jika seorang meninggalkan sholat (fardlu) dan ia mengingkari akan kewajiban sholat tersebut, maka Muttafaq Alaih bahwa ia telah kafir, sedang jika ia meninggalkannya hanya karena malas mengerjakannya, maka ada khilaf antara.

Wallahu A’lam.

 

 

  1. Ancaman (Adzab) bagi orang yang meninggalkan sholat

Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menyinggung tentang ancaman orang yang meninggalkan sholat. Diantaranya yaitu :

y#n=sƒmú .`ÏB öNÏdω÷èt/ ì#ù=yz (#qãã$|Êr& no4qn=¢Á9$# (#qãèt7¨?$#ur ÏNºuqpk¤¶9$# ( t$öq|¡sù tböqs)ù=tƒ $†‹xî ÇÎÒÈ   žwÎ) `tB z>$s? z`tB#uäur Ÿ@ÏHxåur $[sÎ=»|¹ y7Í´¯»s9′ré’sù tbqè=äzô‰tƒ sp¨Ypgø:$# Ÿwur tbqßJn=ôàム$\«ø‹x© ÇÏÉÈ

 Artinya :

59. Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan,

60. kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, Maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun, datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui al ghoyya, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.”

(QS. Maryam: 59-60)

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma mengatakan bahwa ‘ghoyya’ dalam ayat tersebut adalah api dineraka jahannam.[5] Sedangkan ibnu Abbas mengatakan bahwa ia berarti sebuah jurang yang sangat panas sekali, berada di neraka jahannam yang telah disiapkan khusus untuk mereka yang meninggalkan sholat.[6]

Ayat lain menyebutkan :

×@÷ƒuqsù šú,Íj#|ÁßJù=Ïj9 ÇÍÈ   tûïÏ%©!$# öNèd `tã öNÍkÍEŸx|¹ tbqèd$y™ ÇÎÈ   tûïÏ%©!$# öNèd šcrâä!#tãƒ ÇÏÈ   tbqãèuZôJtƒur tbqãã$yJø9$# ÇÐÈ

Artinya : 4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, 5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, 6. orang-orang yang berbuat riya, 7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna. (QS. Al Ma’un :4-7)

Kata sahuun disini, ada yang mengatakan menyia-nyiakan waktu sholat, ada juga yang mengatakan tidak melakukan sholat pada waktunya atau tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya.[7]

Rasul SAW. Pernah bersabda :

 الصَّلاَةُ عِمَادُ الدِّيْنِ ، فَمَنْ أَقاَمَهَا فَقَدْ أَقَامَ الدِّيْنَ ، وَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ هَدَمَ الدِّيْنَ

Artinya: Sholat itu adalah tiang agama Islam, maka barangsiapa mendirikannya maka sungguh ia telah mendirikan agama Islam itu dan barangsiapa merobohkannya maka sungguh ia telah merobohkan agama Islam itu[8].

Hadits ini mengambarkan betapa pentingnya eksistensi sholat bagi islam, hingga nabi sendiri meng-analogikannya sebagai tiang agama. Sebagaimana keberadaan bangunan yang tanpa tiang akan roboh, begitu pulalah peranan sholat dalam islam. Oleh karena itu sangatlah disesalkan bila ada orang yang mengaku muslim tapi tidak mengindahkan perintah sholat, karena akan berdampak buruk bagi dirinya sendiri serta menjatuhkan islam.

Mengenai ancaman-ancaman bagi orang yang meninggalkan sholat, banyak hadits yang membicarakan tentang hal itu. Diantaranya :

Pertama, dalam hadis yang berhubungan dengan peristiwa Isra Mi’raj, Rasulullah SAW mendapati suatu kaum yang membenturkan batu ke kepala mereka. Setiap kali kepala mereka pecah, Allah memulihkannya seperti sedia kala. Demikianlah mereka melakukannya berulang kali. Lalu, beliau bertanya kepada Jibril, “Wahai Jibril, siapakah mereka itu?”

“Mereka adalah orang-orang yang kepalanya merasa berat untuk mengerjakan sholat,” jawab Jibril.

Kedua, dalam riwayat lain disebutkan, bahwa ketika Ketika Malaikat Jibril turun dan berjumpa dengan Rasulullah SAW, ia berkata, “Wahai Muhammad, Allah tidak akan menerima puasa, zakat, haji, sedekah, dan amal saleh seseorang yang meninggalkan sholat. Ia dilaknat di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Quran. Demi Allah, yang telah mengutusmu sebagai nabi pembawa kebenaran, sesungguhnya orang yang meninggalkan sholat, setiap hari mendapat 1.000 laknat dan murka. Para malaikat melaknatnya dari langit pertama hingga ketujuh.[9]

Ketiga, diriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: “Barang siapa memelihara shalat, Allah akan memuliakannya dengan lima hal:

  1. Dihindarkan dari kesempitan hidup.
  2. Diselamatkan dari siksa kubur.
  3. Dikaruniai kemampuan untuk menerima kita catatan amal dengan tangan kanan
  4. Dapat melewati jembatan (shirath) secepat kilat.
  5. Dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab.

 

Dan barang siapa meremehkan shalat, Allah akan menyiksanya dengan 15 siksaan, yaitu 6 siksaan dalam kehidupan di dunia, 3 siksaan ketika meninggal, 3 siksaan di alam kubur, dan 3 siksaan saat bertemu Tuhannya di mahsyar.

Adapun 6 siksaan yang ditimpakan di dunia adalah:

  1. Dicabut keberkahan umurnya.
  2. Dihapus tanda kesalehan dari wajahnya.
  3. Tidak diberi pahala oleh Allah semua amal yang dilakukannya.
  4. Tidak diangkat ke langit doanya.
  5. Tidak memperoleh bagian doa kaum sholihin.
  6. Tidak beriman ketika ruh dicabut dari tubuhnya.

Adapun 3 siksaan yang ditimpakan saat meninggal dunia ialah:

  1. Mati secara hina.
  2. Mati dalam keadaan lapar.
  3. Mati dalam keadaan haus. Andaikata diberi minum sebanyak lautan di bumi, ia tak akan merasa puas.

 

Adapun 3 siksaan yang dilaksanakan di dalam kubur ialah:

  1. Kubur menghimpit orang itu hingga tulang-tulangnya berantakan.
  2. Kuburnya dibakar. Sepanjang siang dan malam tubuhnya berkelejatan menahan panas.
    1. Dalam kubur ia diserahkan kepada seekor ular yang bernama As-Syuja’ul ‘Aqra’. Kedua mata ular itu berwujud api dan kukunya berupa besi. Panjang kukunya adalah sepanjang satu hari perjalanan. Ia akan mengenalkan diri kepada si mayit, “Aku adalah As-Syuja’ul Aqra’,” suaranya menggeledek, “Aku diperintahkan Allah SWT untuk menyiksamu, karena kau mengundurkan shalat subuh hingga terbit matahari, mengundurkan shalat Dhuhur hingga Ashar, mengundurkan salat Ashar hingga Maghrib, mengundurkan shalat Maghrib hingga Isya’, serta mengundurkan shalat Isya hingga Subuh.” Setiap kali ular itu memukul, tubuh si mayit melesak 70 hasta 10 ke dalam bumi. Ia disiksa di dalam kuburnya hingga hari kiamat. Di hari kiamat nanti pada wajahnya tertulis tiga baris kalimat: Wahai orang yang mengabaikan hak-hak Allah, wahai orang yang dikhususkan untuk menerima siksa Allah, di dunia kau telah mengabaikan hak-hak Allah, maka hari ini berputusasalah kamu dari rahmat-Nya.

Tiga siksaan yang dilakukan ketika bertemu dengan Tuhannya adalah:

  1. Ketika langit terbelah, malaikat menemuinya dengan membawa rantai sepanjang 70 hasta untuk

mengikat lehernya, kemudian memasukkan ujung rantai itu ke dalam mulut dan mengeluarkannya dari duburnya. Kadangkala ia mengeluarkannya dari bagian depan atau belakang tubuhnya. Sang malaikat berkata, “Inilah balasan bagi orang yang mengabaikan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan Allah.” Ibnu Abbas RA berkata andaikata satu mata rantai itu jatuh ke dunia, niscaya cukup untuk membakarnya.

  1. Allah tidak memandangnya.
  2. Allah tidak menyucikannya, dan ia memperoleh siksa yang amat pedih.[10]

 

 

Epilog

Begitu mengerikan ancaman bagi orang yang meninggalkan sholat, hingga ada yang mengatakan bahwa yang meningalkan sholat termasuk orang yang kafir, atau murtad, dan lain sebagainya. Na’udzu billah…semoga kitas emua diberikan hidayah dan kekuatan untuk mendirikan sholat fardlu lima waktu ini, karena begitu intens eksistensinya bagi agam yang kita peluk. Kepada Allah-lah kita meminta perlindungan dan pertolongan dari semua itu.

Walloohu A’lam Bisshowaab……


[1] Lihat Nailul Author, juz 1 halaman 369, Maktabah Syamilah

[2] Lihat Al Asybah wa An-Nadlo’ir, juz 2, hal. 347 Hidayah, Surabaya.

[3] Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, juz 22 hal. 186-187

[4] Lihat Jami’ al Hadits, Juz 11 hal. 147, Maktabah Syamilah

[5] Lihat Durrotun Nasihin, hal. 137 Al Hidayah, Surabaya.

[6] ibid.

[7] Lihat Al Jami’ Liahkam Al Qur’an, juz 20 hal. 221 Maktabah Syamilah

[8] ِAt Targhib wa At-Tarhib, halaman 15 Toha Putra, Semarang.

[9]  Tarjamah At-Targhib Wa at-Tarhib, hal.33 Al-Hidayah, surabaya.

[10]  Lihat At-Targhib Wa at Tarhib, halaman 17, Toha Putra, Semarang.

About these ads

About iroelizzta

santai tapi pasti

Posted on 29 Mei 2012, in islam..... Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: