Terjemah Al-qur’an

                                                                             BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar belakang

Keberhasilan da’wah sangat tergantung pada kedekatan juru da’wah dengan umatnya. Juru da’wah yang lahir dari suatu lingkungan tentu memahami lorong-lorong kesesatan dan liku-liku keboodohan yang membungkus kaumnya. Komunikasi antara kedua belah pihak dengan satu bahasa merupakan lambing bagi kesamaan komunitas social dalam segala bentuknya. Dalam hal ini Allah berfirman:

وما ارسلنا من رسول الا بلسا ن قومه ليبين لهم (ابزهيم 4)

“kami tidak mengutus seorang rosulpun dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberikan penjelasan dengan terang kepada mereka.” (ibrohim {14}:4)

Qur’an yang mulia diturunkan kepada rosul dengan bahasa arab yang jelas dan sejak itu bahasa arab menjadi satu bagian dari exsistensi islam dan asas komunikasi penyampaian da’wahnya. Rosul diutus kepada semua  umat manusia, dalam hal ini rosul tidak diutus hanya satu tempat saja, melainkan semua tempat dimuka bumi ini.

Negara islam tumbuh dan berkembang tidak hanya di jazirah arab saja, melainkan seluruh negara saat ini rata-rata memeluk agama islam. Qur’an adalah wahyu islam dan islam adalah agama Allah yang difardhukan. Pengetahuan tentang pokok-pokok dan dasar islam tidak akan tercapai kecuali jika qur’an itu difahami dengan bahasanya, maka dari  itu, penaklikan islam pun berkembang kepada bahasa lain non arab, sehingga bahasa-bahasa itu mudah difahami oleh penduduk Negara-negara tertentu sesuai dengan bahasanya.

  1. Rumusan Masalah
    1. Apa terjemah qur’an itu?
    2. Bagaimana cara menerjemahkan qur’an dengan baik?
    3. Apa manfaat terjemah qur’an itu?
    4. Bagaimana adab menerjemahkan al-qur’an ?
    5. Tujuan Makalah
      1. Untuk mengetahui tentang terjemah Al-qur’an
      2. Untuk mengetahui cara-cara menerjemahkan Al-qur’an
      3. Untuk mengetahui manfaat tentang terjemah Al-qur’an
      4. Untuk mengetahui adab menerjemahkan al-qur’an

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Terjemah
    1. Terjemah harfiah, yaitu mengalihkan lafadz-lafadz dari satu bahasa ke dalam lafadz-lafadz yang serupa dari bahasa lain sedemikian rupa, sehingga susunan dan tertib dari bahasa kedua sesuai dengan susunan dan tertib bahasa pertama.
    2. Terjemah tafsiriah atau terjemah maknawiah, yaitu membicarakan akna pembicaraan dengan bahasa lain tanpa terikat dengan tertib kata-kata bahsa asal atau memperhatikan susunan kalimatnya.[1]

Kalau kita mempunyai pengetahuan tentang bahasa-bahasa, tentu mengetahui bahwa terjemah harfiah dengan pengetian sebagaimana di atas, tidak mungkin dapat dicapai degan baik jika konteks bahasa asli dan cakupan semua maknanya tetap dipertahankan. Sebab karakteristik setiap bahasa berbeda satu dengan yang lain dalam hal tertib bagian-bagian kalimatnya.

  1. Hukum terjemah harfiah

Tidak ada keharaman menerjemahkan alqur’an dengan terjemah harfiah, sebab alqur’an adalah kalamullah yang diturunkan kepada rosulnya, merupakan mukjizat dengan lafadz dan maknanya, serta membacanya dipandang sebagai suatu ibadah. Di samping itu, tidak seorang pun berpendapat , kalimat-kalimat alqur’an itu jika diterjemahkan dinamakan pula kalamullah. Sebab allah tidak berfirman kecuali dengan alqur’an yang kita baca dengan bahasa arab, dan kemukjizatan hanya kusus bagi alqur’an yang diturunkan dengan bahasa arab. Kemudian yang dipandang ibadah dengan membacanya ialah alqur’an berbahasa arab yang jelas, berikut lafadz-lafadz, huruf-huruf dan tertib kata-katanya.

  1. Hukum terjemah secara tafsiriyah

Dapat kita katakana, apabila para ulama islam melakukan penafsiran alqur’an, dengan cara mendatangkan makna yang dekat, mudah dan kuat, kemudian penafsira ini diterjemahkan dengan penuh kejujuran dan kecermatan, maka cara demikian dinamakan dengan terjemah tafsiriyah, dalam arti mensyarahi (mengomentari) perkataan dan menjelaskan maknanya dengan bahasa lain. Usaha seperti ini tidak terlarang, karena allah mengutus Mohammad untuk menyampaikan risalah islam kepada seluruh umat manusia, dengan segala bangsa dan ras yang berbeda-beda.  Nabi menjelaskan :

“ Setiap nabi hanya diutus kepada kaumnya secara khusus, sedang aku diutus kepada manusia seluruhnya”[2]

Hingga saat ini, al-qur’an telah diterjemahkan ke dalam 55 bahasa di dunia, seperti indonesia, prancis, jepang, cina dan lain-lain. Seperti yang telah dijelaskan oleh K.H Muharror Ali, informasi tersebut dialami sendiri oleh bliau, bahwa Informasi Mazhab Al-Qur’an nomor satu di Madinah mengatakan bahwa al-qur’an telah diterjemahkan ke dalam 55 bahasa. Tidak hanya itu, bliau pun sempat disuruh untuk menerjemahkan kedalam bahasa indonesia.[3]

  1. Cara menerjemahkan Al-qur’an dengan baik

Metode-metodenya antara lain:

  1. Mengetahui huruf-huruf tambahan pada awal dan akhir kalimat, seperti huruf wawu atau ya’ dan nun pada jama’ mudzakar salim, atau alif dan ta’ pada jama’ muannassalim. Untuk mengetahui hal tersebut, kita harus mengetahui bentuk tsulasi mujarot pada setiap kalimat. Contoh pada kata يفتحو huruf tambahannya adalah ya’ dan wawu, dengan demikian akar katanya adalah فتح. Yang perlu diketahui adalah apa arti huruf tambahan dan akar kata tersebut.
  2. Mengetahui makna kata sambung, apakah huruf athaf, huruf jer, amil nawasib, amil jawazim, bentuk dlomir, atau bentuk lainnya. Untuk mengetahui makna dari huruf atau kalimat penghubung tersebut, kita bisa lihat pada kitab-kitab nahwu, dan kata penghubung tersebut harus dihafalkan atau di ketahui masing-masing.
  3. Memperhatikan bentuk kalimat apakah fi’il madhi, mudhore’ atau amr, kata jadian masdar, isim zaman, isim makan, isim alat, isim maf’ul, isim fa’il atau lainnya.
  4. Mengetahui arti akar kata pada setiap kalimat, sedangkan akar kata yang perlu dilihat adalah akar kata yang ada pada surah al-baqoroh. Kita bisa memulai dengan melihat arti setiap kalimat yang ada pada surah al-baqoroh satu persatu, kalimat baru perlu diketahui dan dihafalkan dengan diberi coret bawah, kemudian jika kalimat yang sudah diketahui artinya terulang lagi, tidak perlu digaris bawah, dan begitu seterusnya.

Dengan demikian, kita bisa menerjemahkan al-qur’an dengan baiik, dan untuk mengetahui ketepatan dan kebenaran terjemah, kita bisa mencocokkan dengan terjemah al-qur’an yang sudah ada.

  1. Manfaat terjeemah Al-qur’an

Seorang pakar ilmu kelautan Prancis yang bernama Cikarto, dia bisa masuk Islam Hanya karena perantara membaca qur’an terjemah bahasa prancis. Dia telah menjelajahi seluruh lautan di dunia ini, dan setiap dia ganti laut, airnya tidak bisa bercampur, setelah itu dia membaca al-qur’an terjemah bahasa Prancis dari surat ar-rahman ayat 19-20, yan berbunyi:

مرج البحرين يلتقيان (19) بينهما برزخ لايبعيان(20)

“ Dia membiarkan dua laut menalir kemudian keduanya bertemu, diantara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing”.

Setelah itu dia sadar, bahwa seluruh kejadian alam di dunia ini telah di terangkan semua dalam al-qur’an, dan akhirnya dia masuk islam.[4]

Adapun manfaat lainnya banyak sekali, diantaranya :

  1. Membantu dalam menghafal al-Quran. Karena salah satu metode menghafal yang paling efektif dan sudah teruji (diakui oleh para penghafal al-Quran) adalah dengan memahami terlebih dahulu arti ayat yang akan dihafal.
  2. Mempelajari bahasa arab terutama dalam menambah kosa kata yang bersumber dari al-Quran.
  3. Membantu dalam menyampaikan ceramah, kultum,  pengajian,
  4. Adab dan sarat menerjemahkan al-qur’an
    1. Terjemahan itu tidak boleh dijadikan sebagai pengganti al-Qur’an dengan cukup dengannya tanpa al- Qur’an. Berdasarkan hal ini, maka harus ditulis dulu teks al-Qur’an dalam bahasa Arabnya, kemudian di sampingnya teks terjemahan tersebut agar menjadi semacam tafsir terhadapnya.
    2. Hendaknya penerjemah adalah orang yang mengetahui betul arahan-arahan lafazh di dalam kedua bahasa tersebut dan hal-hal yang dituntut di dalam redaksinya.
    3. Hendaknya penerjemah adalah orang yang mengetahui benar makna-makna lafazh-lafazh syari’at di dalam al-Qur’an.
    4. Di dalam penerjemahan al-Qur’an al-Karim, hanya orang-orang yang amanah saja yang boleh diterima, yaitu seorang Muslim yang lurus di dalam dirinya.[5] 

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Terjemah alqur’an bisa dibagi menjadi dua bagian, yaitu terjemah harfiah dan terjemah tafsiriyah, menerjemahkan al-qur’an dapat dilakukan dengan metode-metode yang harus diketahui sebelumnya, seperti mengetahui huruf-huruf tambahan, kata sambung, bentuk kalimat dan mengetahui arti akar kata dalam setiap kalimat. Dengan demikian kita bisa memulai menerjemahkan al-qur’an.

Manfaat terjemah alqur’an dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membantu kita untuk memahami ceramah atau pidato yang di dalamnya bayak terdapat bunyi ayat-ayat al-qur’an, selain itu banyak sekali manfaat yang dapat kita rasakan.

Sahabat, pernahkan anda merasakan nikmatnya menangis dalam shalat atau menangis ketika membaca al-Quran?
Subhanallah, itu adalah sebuah kelezatan yang luar biasa, sebagiamana diilustrasikan secara tepat oleh seorang ulama salaf,
“Andai para raja zhalim mengetahui kelezatannya, maka mereka akan merebutnya dari kita dengan pedang-pedang mereka”
Selain itu, menangis dalam shalat dan membaca al-Quran memiliki keutamaan yang sangat tinggi, di antaranya yaitu diharamkannya mata tersebut dari jilatan api neraka (HR. Ibnu Abi Dunya), tidak diazab pada hari kiamat kelak (Hr. Al-Hakim) dan dapat melembutkan hati.

Anda ingin mencoba, namun sangat susah melakukannya? Sahabat, ketahuilah bahwa salah satu penunjang kemudahan kita untuk menangis dalam shalat (ketika membaca ayat) ataupun saat membaca al-Quran adalah dengan mengetahui/memahami apa arti ayat yang kita baca. Jika anda mengetahui arti ayat “azab/neraka” yang anda baca, apalagi secara kata per kata, insyaAllah bulu kuduk anda akan merinding, kengerian akan melingkupi hati anda dan air akan menetes dari mata anda. Begitu juga, ketika membaca ayat “surga”, kerinduan akan segera mendekap kalbu anda, kecemasan dan harap akan memenuhi jiwa anda, sehingga tak terasa, mata pun akan basah oleh air mata. Selain itu, mengetahui arti ayat per kata membuat kita benar-benar merasakan sedang membaca surat cinta dari Allah SWT.

Insya ALlah, dengan “mushaf al-Quran dengan terjemahan per kata” anda bisa mewujudkan keinginan anda untuk mudah menangis dalam shalat atau membaca al-Quran. Apa itu Mushaf Al-Quran dengan Terjemahan Per Kata? Yaitu Mushaf al-Quran yang dilengkapi selain dengan terjemahan biasa, juga dengan terjemahan lafzhiyah (per kata). Dalam mushaf ini setiap ayatnya diberi jarak antar kata dan diberi terjemahan di bawah masing-masing kata. Sehingga dengan mudah kita bisa memahami makna ayat yang kita baca.

 

“Terjemah Al-qur’an”

Makalah ini Bertujuan untuk Memenuhi Tugas Akhir Semester Gasal


[1] Pengantar study ilmu Al-qur’an hlm. 395

[2] Pengantar study ilmu Al-qur’an hlm. 399

[3] Ngaji tafsir jalalaini, oleh. Bp. K.H. Muharror Ali

[4] Ngaji tafsir jalalaini, oleh. Bp. K.H. Muharror Ali

[5] Ushuul Fi at-Tafsiir karya Syaikh Muhammad bin Shaalih al-‘Utsaimiin, h.32-33

About these ads

About iroelizzta

santai tapi pasti

Posted on 11 Maret 2012, in islam..... Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: